Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Bilal bin Rabah, Muadzin Pertama yang Langkahnya Terdengar Hingga Ke Surga

Bilal bin Rabah adalah orang berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang masuk Islam saat ia masih menjadi budak. Bilal pernah mengalami kejamnya perbudakan dan kemudian ia mendapatkan kebebasan serta kedudukan yang tinggi dengan datangnya Islam. Bilal yang memiliki postur kurus dan tinggi dengan rambut yang tebal bukanlah berasal dari kalangan bangsawan. Pada saat itu, Abu Bakar yang membeli Bilal saat masih berstatus budak dan membebaskannya. Pasalnya, Bilal terus menerus disiksa oleh sang majikan saat ketahuan memeluk agama Islam. Sang majikan memaksa agar Bilal mau meninggalkan Islam dan menyembah Latta dan Uzza. Saat itu Abu Bakar menemukan Bilal bin Rabah di bawah terik sinar matahari ketika Bilal sedang mendapat hukuman dari majikannya yang bernama Umayyah. Leher Bilal diikat dan dijemur menghadap matahari di tengah padang pasir yang sangat panas. Bahkan dadanya pun ditindih dengan batu besar hingga nafasnya terasa sesak. Abu Bakar pun membebaskan Bilal dengan me...

Pelajaran dari Sebuah Jam

Kisah berikut hanyalah fiktif dan permisalan: Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!” “Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan. “Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”

Empat Nasib Manusia

Dilihat dari segi nasib, bahagia atau sengsara saat di dunia dan di akhirat, manusia akan mengalami salah satu dari empat nasib; bahagia di dunia-bahagia di akhirat, sengsara di dunia-bahagia di akhirat, bahagia di dunia-sengsara di akhirat dan sengsara di dunia-sengsara pula di akhirat. Sebelum keempat nasib ini dirinci, perlu dicatat bahwa“bahagia di dunia” yang dimaksud bukanlah kebahagiaan hakiki berupa kebahagiaan dan ketenangan ruhani karena berada di bawah naungan ridha ilahi. Tapi yang dimaksud adalah kebahagiaan yang oleh kebanyakan orang dipersepsikan sebagai kebahagiaan; harta melimpah, hidup nan serba mudah dan musibah yang seakan-akan enggan untuk singgah. Nah sekarang mari kita rinci satu persatu.

Jilbab Busana Seorang Muslimah

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzaab (33) : 59)   Jilbab. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di telinga kita seiring dengan semakin semaraknya saudara-saudara kita para muslimah memakainya dalam kehidupannya sehari-hari. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab itu ? Apa pula dasar hukumnya dan mengapa Islam mewajibkan kaum hawa untuk mengenakannya di dalam kesehariannya ? 1. Pengertian Jilbab Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun b...

24 Kalimat Motivasi Terbaik

Inilah kumpulan 24 Kalimat Motivasi Terbaik 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu. 2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu. 3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

KUNCI KEBAHAGIAAN IMAM GHOZALI

CINTA KEPADA ALLAH Kecintaan kepada Allah adalah topik yang paling penting dan merupakan tujuan akhir pembahasan kita sejauh ini. Kita telah berbicara tentang bahaya-bahaya ruhaniah karena mereka menghalangi kecintaan kepada Allah di hati manusia. Telah pula kita bicarakan tentang berbagai sifat baik yang diperlukan untuk itu. Penyempurnaan kemanusiaan terletak di sini, yaitu bahwa kecintaan kepada Allah mesti menaklukkanhati manusia dan menguasainya sepenuhnya. Kalaupun kecintaan kepada Allah tidak menguasainya sepenuhnya,

Shalat Subuh adalah Cahaya

Cahaya merupakan simbol dari pencerahan spiritual. Ilmu adalah cahaya. Iman adalah cahaya. Bekas-bekas basuhan air wudhu di wajah adalah cahaya. Alquran adalah cahaya. Setiap amal saleh yang kita lakukan hakikatnya adalah cahaya. Sejatinya, cahaya spiritual akan membimbing serta menerangi kehidupan manusia, tidak hanya di dunia saja tapi juga sampai ke akhirat kelak.  

PENGARUH ORANGTUA YANG SHALIH TERHADAP ANAK

PENGARUH ORANGTUA YANG SHALIH TERHADAP ANAK Kesalihan kedua orangtua merupakan teladan yang baik bagi anak, mempunyai pengaruh yang besar terhadap kejiwaan anak. Apabila kedua orangtua mempunyai kedisiplinan untuk bertakwa kepada Allah swt dan mengikutijalan Allah swt, dan juga terus ada kerja sama antara kedua orangtua untuk menunaikan hal tersebut, maka anak akan ikut tumbuh pula dalam ketaatan dan kepatuan kepada Allah swt karena mencontoh kedua orangtuanya. Inilah yang ditegaskan oleh ayat yang mulia, “Sebagian keturunan menyerupai turunannya.” (QS. Ali Imran: 34)

Hadirkan Mereka Dalam Do'a

Hadirkan mereka (anak didik) dalam doa Guru adalah “orang tua kedua” bagi anak. Maka, hendaknya guru memang berusaha untuk itu. Maksudnya,  guru perlu melaksanakan hal-hal sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Salah satu contohnya adalah mendoakan anaknya secara rahasia, tiada yang tahu, termasuk anak yang didoakan. Guru bisa mendoakan murid setiap selesai shalat fardhu, shalat sunah, atau bahkan menhadirkan mereka di dalam doa-doa khusus yang dilaksanakan saat mengerjakan shalat malam. Ini sangat penting untuk memudahkan guru menuju keberhasilan proses pendidikan.

MEMILIH WANITA SHALIHAH SEBAGAI ORANG TUA ANAK

MEMILIH WANITA SHALIHAH SEBAGAI ORANG TUA ANAK Salah satu faktor terpenting yang membantu dalam mendidik anaknya adalah istri shalihah. Yaitu wanita yang dapat memahami serta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai seorang istri. Hal ini harus dipahami betul oleh setiap penyeru islam. Upaya pertama yang harus menjadi fokus adalah rumah, kemudian istri yang kemudian menjadi ibu, lalu anak-anak dan keluarga secara umum. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius memilih wanita muslimah untuk membangun rumah tangga muslim. Orang yang hendak membangun keluarga muslim terlebih dahulu haruslah mencari istri yang muslimah.

Kedahsyatan Sedekah

Sitab Riyadus Sholihin bab shodaqoh Kedahsyatan Sedekah Sedekah adalah suatu perbuatan yang terpuji, mempunyai dua sisi kebaikan yaitu kebaikan bagi penerima dan kebaikan bagi pemberi. Kebaikan bagi pemberi dapat berlipat tanda pahalanya. Ada satu hal yang menarik untuk disimak yaitu tentang kedahsyatan sedekah. Mari kita perhatikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh TURMUDZI dan AHMAD sebagai berikut:

Karakteristik guru inspiratif

Guru ispiratif akan selalu memberikan perspektik pencerahan kepada para siswanya. Mereka tidak sekedar mengajar sebagai kewajiban, tetapi juga senantiasa dan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan potensi, wawasan, cara pandang, dan orientasi hidup siswa-siswanya. Sebab kesuksesan mengajar tidak hanya diukur secara kuantitatif dari evaluasi dari angka-angka yang diperolah dalam evaluasi, tetapi juga pada bagaimana para siswanya menjalani kehidupan selanjutnya setelah mereka menyelesaikan masa-masa studinya. [1]

KUNCI PENENAG JIWA

1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI a.. Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna b.. Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku c.. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri