<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082</id><updated>2012-02-07T03:25:29.826-08:00</updated><category term='nasehat'/><category term='Umat'/><category term='Pendidikan'/><category term='renungan'/><category term='Biografi'/><category term='Ilmu'/><category term='Memory daun kurma'/><category term='Jawaban Atas Kegelisahan temen2'/><title type='text'>eL Fathin</title><subtitle type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-2947830162415647675</id><published>2012-02-07T03:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T03:25:29.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Empat Nasib Manusia</title><content type='html'>&lt;h2 class="post-title"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div id="PDRTJS_2274950_post_3177_msg" style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; color: #196e24; float: left; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: 16px; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="PDRTJS_2274950_post_3177_msg" style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; color: #196e24; float: left; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: 16px; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="PDRTJS_2274950_post_3177_msg" style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; color: #196e24; float: left; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: 16px; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://abuthalhah.files.wordpress.com/2011/07/waktu.jpg?w=250&amp;amp;h=250" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="alignleft size-medium wp-image-3178" src="http://abuthalhah.files.wordpress.com/2011/07/waktu.jpg?w=250&amp;amp;h=250" title="waktu" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dilihat  dari segi nasib, bahagia atau sengsara saat di dunia dan di akhirat,  manusia akan mengalami salah satu dari empat nasib; bahagia di  dunia-bahagia di akhirat, sengsara di dunia-bahagia di akhirat, bahagia  di dunia-sengsara di akhirat dan sengsara di dunia-sengsara pula di  akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum keempat nasib ini dirinci, perlu dicatat bahwa“bahagia di  dunia” yang dimaksud bukanlah kebahagiaan hakiki berupa kebahagiaan dan  ketenangan ruhani karena&lt;span id="more-3177"&gt;&lt;/span&gt; berada di bawah  naungan ridha ilahi. Tapi yang dimaksud adalah kebahagiaan yang oleh  kebanyakan orang dipersepsikan sebagai kebahagiaan; harta melimpah,  hidup nan serba mudah dan musibah yang seakan-akan enggan untuk singgah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah sekarang mari kita rinci satu persatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. Bahagia di dunia-bahagia di akhirat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nasib yang paling diidamkan semua orang. Semboyan “kecil dimanja,  muda foya-foya, tua kaya raya mati masuk surga” menjadi puncak khayalan  yang diinginkan manusia. Tapi benarkah ada orang yang di dunia kaya dan  saat di akhirat beruntung mendapat Jannah-Nya? Tentu saja ada. Itulah  orang yang mendapat&amp;nbsp;&lt;i&gt;fadhlullah&lt;/i&gt;, anugerah istimewa dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sebuah hadits yang cukup panjang, diriwayatkan oleh Imam Muslim  disebutkan bahwa suatu ketika para shahabat yang ekonominya lemah  mengadu pada Nabi tentang rasa iri mereka terhadap shahabat lain yang  kaya. Yang kaya bisa infak banyak tapi juga melakukan ibadah yang sama  dengan yang mereka lakukan saban hari. Lalu Nabi mengajarkan  dzikir-dzikir yang dapat mengimbangi pahala infak. Tapi ternyata  shahabat yang kaya juga mendengar dzikir ini lalu mengamalkannya. Saat  dikomplain, Nabi SAW menjawab, “ Itulah anugerah Allah yang akan  diberikan kepada siapapun yang dikehendaki.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah anugerah Allah. Allah membagi rezeki sesuai kehendak-Nya. Ada  yang sedikit ada yang banyak. Sebagian orang ada yang dikarunia rezeki  melimpah, hidupnya pun serba mudah. Namun begitu, ternyata semua itu  tidak memalingkannya dari cahaya hidayah. Harta yang dikaruniakan  gunakan untuk membangun rel yang memuluskan jalan mereka menuju jannah.  Rel-rel yang dibangun adalah besi-besi berkualitas dari infak fi  sabilillah, sedekah kepada fakir miskin dan yatim dan berbagai proyek  amal jariyah. Lebih daripada itu, harta itu juga digunakan untuk membeli  berbagai fasilitas yang dapat membantu meraup ilmu mulai dari buku  hingga biaya untuk belajar kepada para guru. Kesehatan dan kemudahan  hidup digunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian kepada  Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan semua ini, insyaallah, kebahagiaan yang lebih abadi di akhirat  telah menanti. Kalau sudah begini, manusia semacam ini memang sulit  ditandingi. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapapun yang  dikehendaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;2. Sengsara di dunia-bahagia di akhirat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini nasib kebanyakan orang-orang beriman. Kehidupan di dunia bagi  mereka seringnya menjadi camp pelatihan untuk menempa iman. Kesulitan  hidup berupa sempitnya kran rezeki memicu munculnya ujian-ujian  kehidupan seperti tak terpenuhinya kebutuhan logistik, pendidikan,  sandang dan papan. Atau kesulitan hidup berupa kekurangan dalam hal  fisik; buta, bisu, buntung, lumpuh dan sebagainya.Dera dan cobaan yang  kerapkali menguras airmata dan menggoreskan kesedihan dalam jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun begitu, iman mereka menuntun agar bersabar menghadapi semua dan  tetap berada di jalan-Nya. Dan pada akhirnya, selain iman yang  meningkat, semua kesengsaraan itu akan diganti dengan kebahagiaan yang  berlipat. Rasa sakit, sedih dan ketidaknyamanan hati seorang mukmin akan  menjadi penebus dosa dan atau meningkatkan derajat. Sedang di akhirat,  hilangnya dosa berarti hilangnya halangan menuju kebahagiaandi dalam  jannah dengan keindahannya yang memikat. Dan tingginya derajat keimanan  adalah jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan kemuliaan di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit  ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan  berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu)  orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa  lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.Mereka itulah yang mendapatkan  keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah  orang-orang yang mendapat petunjuk”&lt;/i&gt;. (QS. Al Baqarah:155-157)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3. Bahagia di dunia-sengsara di akhirat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau yang ini adalah gambaran rata-rata kehidupan orang-orang kafir  dan manusia durhaka. Sebagian mereka bergelimang harta, hidup mewah dan  dihujani kenikmatan-kenikmatan melimpah. Bukan lain karena mereka bebas  mencari harta, tanpa peduli mana halal mana haram.Sebagian yang lain  barangkali tidak mendapatkan yang semisal. Tapi mereka mendapatkan  kebebasan dalam hidup karena merasa tidak terikat dengan aturan apapun.  Aturan yang mereka patuhi hanya satu “boleh asal mau atau tidak malu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merekalah yang menjadikan dunia sebagai surga dan berharap atau  bahkan yakin bahwa yang Mahakuasa akan memaklumi kedurhakaan dan  kelalaian mereka dari perintah-Nya, lalu memasukkan mereka ke  jannah-Nya. Padahal sejak di dunia mereka telah diperingatkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.” (QS. 31:24)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4. Sengsara di dunia sengsara di akhirat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inilah orang paling celaka dalam sejarah kehidupan manusia, dunia  akhirat. Di dunia hidup miskin, susah payah mencari sesuap nasi dan  hutang menumpuk karena usaha selalu tekor hingga hidup pun tak nyaman  karena diburu-buru debt kolektor.Atau hidup dalam keterbatasan karena  cacat di badan dan masih ditambah ekonomi yang pas-pasan. Dan dengan  semua itu, mereka tidak memiliki harapan untuk hidup bahagia di akhirat  meski hanya seujung jari, karena iman sama sekali tidak tumbuh dalam  hati. Di penghujung hidup mereka mati dalam kondisi kafir, menolak  beriman kepada Rabbul Izzati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan di akhirat, neraka yang menyala-nyala telah menanti. Karena  ketiadaan iman, mereka tidak akan mendapatkan belas kasihan. Hukuman  akan tetap dijalankan karena di dunia mereka telah diperingatkan.  Na’udzu billah, semoga kita terhindar dari keburukan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padahal yang didunia sempat merasakan kesenangan saja, apabila  dicelupkan ke dalam neraka, akan musnah semua rasa yang pernah  dicecapnya. Lantas bagaimana dengan yang sengsara di dunia dan berakhir  dengan siksa di neraka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَامِلَةٌنَّاصِبَةٌ . تَصْلَىنَارًاحَامِيَةً&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Bekerja keras lagi kepayahan, -sedang di akhirat- memasuki api yang sangat panas&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(QS. Al Ghasiyah:3-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;* Kita masih bisa memilih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari keempat kondisi di atas, sebisanya kita tempatkan diri kita pada  yang pertama. Caranya dengan sungguh-sungguh bekerja agar kehidupan  dunia sukses dan mulia. Bersamaan dengan itu, kesuksesan itu kita  gunakan untuk membeli kebahagiaan yang jauh lebih kekal di akhirat. Jika  tidak bisa, pilihan kita hanya tinggal kondisi kedua karena yang ketiga  hakikatnya sama-sama celaka dengan yang dibawahnya. Meskipun hidup di  dunia kita harus berkawan dengan sengsara, tapi dengan iman di dada kita  masih layak tersenyum karena harapan itu masih ada. Harapan agar  dimasukkan ke dalam jannah yang serba mewah, atas ijin dan ridha dari  Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pemurah.&lt;i&gt;Wallahua’lam bishawab, wa astaghfirullaha ‘ala kulli khati`ah&lt;/i&gt;. (taufikanwar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dikutip dari: &lt;a href="http://abuthalhah.wordpress.com/" target="_blank"&gt;abuthalhah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-2947830162415647675?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/2947830162415647675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2012/02/empat-nasib-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2947830162415647675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2947830162415647675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2012/02/empat-nasib-manusia.html' title='Empat Nasib Manusia'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-3611409445095314351</id><published>2011-02-18T13:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T14:00:40.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawaban Atas Kegelisahan temen2'/><title type='text'>Nazhar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nazhar (Melihat Calon Pasangan Hidup) &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang  wanita pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk  menghibahkan dirinya. Si wanita berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zq1remTLwZQ/TV7qEW9ipyI/AAAAAAAAAGs/lzkOCOeYsUw/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-zq1remTLwZQ/TV7qEW9ipyI/AAAAAAAAAGs/lzkOCOeYsUw/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;ياَ رَسُوْلَ اللهِ، جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَصَعَّدَ النَّظَرَ فِيْهَا وَصَوَّبَهُ، ثُمَّ طَأْطَأَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم رًأْسَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Wahai   Rasulullah! Aku datang untuk menghibahkan diriku kepadamu.” Rasulullah   Shallallahu 'alaihi wa sallam pun melihat ke arah wanita tersebut.  Beliau  mengangkat dan menurunkan pandangannya kepada si wanita.  Kemudian beliau  menundukkan kepalanya. (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan  Muslim no.  3472)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits  ini  menunjukkan bila seorang lelaki ingin menikahi seorang wanita maka  dituntunkan  baginya untuk terlebih dahulu melihat calonnya tersebut  dan mengamatinya.  (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/215-216)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh  karena itu, ketika seorang sahabat ingin menikahi wanita Anshar, Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam menasihatinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا، يَعْنِي الصِّغَرَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lihatlah   wanita tersebut, karena pada mata orang-orang Anshar ada sesuatu.”  Yang beliau  maksudkan adalah mata mereka kecil. (HR. Muslim no. 3470  dari Abu Hurairah  radhiyallahu 'anhu)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-092tgTmhW08/TV7qFdAA96I/AAAAAAAAAGw/y0AtssxlEpk/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian   pula ketika Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu 'anhu meminang  seorang wanita,  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya  kepadanya, “Apakah engkau  telah melihat wanita yang kau pinang  tersebut?” “Belum,” jawab Al-Mughirah.  Rasulullah Shallallahu 'alaihi  wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lihatlah   wanita tersebut, karena dengan seperti itu akan lebih pantas untuk  melanggengkan  hubungan di antara kalian berdua (kelak).” (HR. An-Nasa`i  no. 3235, At-Tirmidzi  no.1087. Dishahihkan Al-Imam Al-Albani  rahimahullahu dalam Ash- Shahihah no.  96)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam   Al-Baghawi rahimahullahu berkata, “Dalam sabda Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa  sallam kepada Al-Mughirah radhiyallahu 'anhu: “Apakah engkau  telah melihat  wanita yang kau pinang tersebut?” ada dalil bahwa sunnah  hukumnya ia melihat si  wanita sebelum khitbah (pelamaran), sehingga  tidak memberatkan si wanita bila  ternyata ia membatalkan khitbahnya  karena setelah nazhar ternyata ia tidak  menyenangi si wanita.” (Syarhus  Sunnah 9/18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila   nazhar dilakukan setelah khitbah, bisa jadi dengan khitbah tersebut si  wanita  merasa si lelaki pasti akan menikahinya. Padahal mungkin ketika  si lelaki  melihatnya ternyata tidak menarik hatinya lalu membatalkan  lamarannya, hingga  akhirnya si wanita kecewa dan sakit hati. (Al-Minhaj  Syarhu Shahih Muslim,  9/214)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sahabat   Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berkata, “Aku meminang  seorang wanita,  maka aku bersembunyi untuk mengintainya hingga aku  dapat melihatnya di sebuah  pohon kurmanya.” Maka ada yang bertanya  kepada Muhammad, “Apakah engkau  melakukan hal seperti ini padahal  engkau adalah sahabat Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam?” Kata  Muhammad, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa  sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;إِذَا أَلْقَى اللهُ فيِ قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ، فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Apabila   Allah melemparkan di hati seorang lelaki (niat) untuk meminang seorang  wanita  maka tidak apa-apa baginya melihat wanita tersebut.” (HR. Ibnu  Majah no. 1864,  dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam  Shahih Ibni Majah dan  Ash-Shahihah no. 98)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam   Al-Albani rahimahullahu berkata, “Boleh melihat wanita yang ingin  dinikahi  walaupun si wanita tidak mengetahuinya ataupun tidak  menyadarinya.” Dalil dari  hal ini sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi  wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً، فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا إِذَا كَانَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَيْهَا لِخِطْبَتِهِ، وَإِنْ كَانَتْ لاَ تَعْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Apabila   seorang dari kalian ingin meminang seorang wanita, maka tidak ada dosa  baginya  melihat si wanita apabila memang tujuan melihatnya untuk  meminangnya, walaupun  si wanita tidak mengetahui (bahwa dirinya sedang  dilihat).” (HR. Ath- Thahawi,  Ahmad 5/424 dan Ath-Thabarani dalam  Al-Mu’jamul Ausath 1/52/1/898, dengan sanad  yang shahih, lihat  Ash-Shahihah 1/200)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembolehan   melihat wanita yang hendak dilamar walaupun tanpa sepengetahuan dan  tanpa  seizinnya ini merupakan pendapat yang dipegangi jumhur ulama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun   Al-Imam Malik rahimahullahu dalam satu riwayat darinya menyatakan,  “Aku tidak  menyukai bila si wanita dilihat dalam keadaan ia tidak tahu  karena khawatir  pandangan kepada si wanita terarah kepada aurat.” Dan  dinukilkan dari sekelompok  ahlul ilmi bahwasanya tidak boleh melihat  wanita yang dipinang sebelum  dilangsungkannya akad karena si wanita  masih belum jadi istrinya. (Al-Hawil  Kabir 9/35, Syarhul Ma’anil Atsar  2/372, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim 9/214,  Fathul Bari 9/158)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haramnya  berduaan dan bersepi-sepi tanpa mahram ketika nazhar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai   catatan yang harus menjadi perhatian bahwa ketika nazhar tidak boleh  lelaki  tersebut berduaan saja dan bersepi-sepi tanpa mahram  (berkhalwat) dengan si  wanita. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa  sallam bersabda:  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sekali-kali  tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi  dengan seorang wanita  kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no.  1862 dan  Muslim no. 3259)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karenanya   si wanita harus ditemani oleh salah seorang mahramnya, baik saudara  laki- laki  atau ayahnya. (Fiqhun Nisa` fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila   sekiranya tidak memungkinkan baginya melihat wanita yang ingin  dipinang, boleh  ia mengutus seorang wanita yang tepercaya guna  melihat/mengamati wanita yang  ingin dipinang untuk kemudian disampaikan  kepadanya. (An-Nazhar fi Ahkamin  Nazhar bi Hassatil Bashar, Ibnul  Qaththan Al-Fasi hal. 394, Al-Minhaj Syarhu  Shahih Muslim, 9/214,  Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/280)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span id="goog_1390688384"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1390688385"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4AW3375X2sc/TV7qo6C2DeI/AAAAAAAAAG0/o_o7fKvekKU/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-4AW3375X2sc/TV7qo6C2DeI/AAAAAAAAAG0/o_o7fKvekKU/s1600/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Batasan  yang boleh dilihat dari seorang wanita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika   nazhar, boleh melihat si wanita pada bagian tubuh yang biasa tampak di  depan  mahramnya. Bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia  sedang bekerja di  rumahnya, seperti wajah, dua telapak tangan, leher,  kepala, dua betis, dua  telapak kaki dan semisalnya. Karena adanya  hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi  wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَي مَا يَدْعُوهُ إِلىَ نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bila   seorang dari kalian meminang seorang wanita, lalu ia mampu melihat  dari si  wanita apa yang mendorongnya untuk menikahinya, maka hendaklah  ia melakukannya.”  (HR. Abu Dawud no. 2082 dihasankan Al-Imam Al-Albani  rahimahullahu dalam  Ash-Shahihah no. 99)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di  samping  itu, dilihat dari adat kebiasaan masyarakat, melihat  bagian-bagian itu bukanlah  sesuatu yang dianggap memberatkan atau aib.  Juga dilihat dari pengamalan yang  ada pada para sahabat. Sahabat Jabir  bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma ketika  melamar seorang perempuan, ia  pun bersembunyi untuk melihatnya hingga ia dapat  melihat apa yang  mendorongnya untuk menikahi si gadis, karena mengamalkan hadits   tersebut. Demikian juga Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu  sebagaimana  telah disinggung di atas. Sehingga cukuplah hadits-hadits  ini dan pemahaman  sahabat sebagai hujjah untuk membolehkan seorang  lelaki untuk melihat lebih dari  sekadar wajah dan dua telapak tangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam   Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Sisi kebolehan melihat bagian  tubuh si  wanita yang biasa tampak adalah ketika Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam  mengizinkan melihat wanita yang hendak dipinang  dengan tanpa sepengetahuannya.  Dengan demikian diketahui bahwa beliau  mengizinkan melihat bagian tubuh si  wanita yang memang biasa terlihat  karena tidak mungkin yang dibolehkan hanya  melihat wajah saja padahal  ketika itu tampak pula bagian tubuhnya yang lain,  tidak hanya wajahnya.  Karena bagian tubuh tersebut memang biasa terlihat. Dengan  demikian  dibolehkan melihatnya sebagaimana dibolehkan melihat wajah. Dan juga   karena si wanita boleh dilihat dengan perintah penetap syariat berarti   dibolehkan melihat bagian tubuhnya sebagaimana yang dibolehkan kepada   mahram-mahram si wanita.” (Al- Mughni, fashl Ibahatun Nazhar Ila Wajhil   Makhthubah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang   dalam masalah batasan yang boleh dilihat ketika nazhar ini didapatkan  adanya  perselisihan pendapat di kalangan ulama. Bahkan Al-Imam Ahmad  rahimahullahu  sampai memiliki beberapa riwayat dalam masalah ini, di   antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama:  Yang boleh dilihat hanya wajah si wanita saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua:  Wajah dan dua telapak tangan. Sebagaimana pendapat ini juga dipegangi oleh  Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Syafi’iyyah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga:   Boleh dilihat bagian tubuhnya yang biasa tampak di depan mahramnya dan  bagian  ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di  rumahnya seperti  wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis,  dua telapak kaki, dan  semisalnya. Tidak boleh dilihat bagian tubuhnya  yang biasanya tertutup seperti  bagian dada, punggung, dan semisal  keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keempat:  Seluruh tubuhnya boleh dilihat, selain dua kemaluannya. Dinukilkan pendapat ini  dari Dawud Azh-Zhahiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelima:   Boleh melihat seluruh tubuhnya tanpa pengecualian. Pendapat ini  dipegangi pula  oleh Ibnu Hazm dan dicondongi oleh Ibnu Baththal serta  dinukilkan juga dari  Dawud Azh-Zhahiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-092tgTmhW08/TV7qFdAA96I/AAAAAAAAAGw/y0AtssxlEpk/s1600/2.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-092tgTmhW08/TV7qFdAA96I/AAAAAAAAAGw/y0AtssxlEpk/s1600/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERHATIAN:   Tentang pendapat Dawud Azh-Zhahiri di atas, Al-Imam An-Nawawi berkata  bahwa  pendapat tersebut adalah suatu kesalahan yang nyata, yang  menyelisihi prinsip  Ahlus Sunnah. Ibnul Qaththan menyatakan: “Ada pun  sau`atan (yakni qubul dan  dubur) tidak perlu dikaji lagi bahwa keduanya  tidak boleh dilihat. Apa yang  disebutkan bahwa Dawud membolehkan  melihat kemaluan, saya sendiri tidak pernah  melihat pendapatnya secara  langsung dalam buku murid-muridnya. Itu hanya sekedar  nukilan dari Abu  Hamid Al-Isfirayini. Dan telah saya kemukakan dalil-dalil yang  melarang  melihat aurat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sulaiman   At-Taimi berkata: “Bila engkau mengambil rukhshah (pendapat yang  ringan) dari  setiap orang alim, akan terkumpul pada dirimu seluruh   kejelekan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu   Abdilbarr berkata mengomentari ucapan Sulaiman At-Taimi di atas: “Ini  adalah  ijma’ (kesepakatan ulama), aku tidak mengetahui adanya perbedaan  dalam hal ini.”  (Shahih Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 359)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu  ada pula pendapat berikutnya yang bukan merupakan pendapat Al-Imam  Ahmad:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keenam:   Boleh melihat wajah, dua telapak tangan dan dua telapak kaki si  wanita, demikian  pendapat Abu Hanifah dalam satu riwayat darinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketujuh:   Boleh dilihat dari si wanita sampai ke tempat-tempat daging pada  tubuhnya,  demikian kata Al-Auza’i. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar hal.  392,393, Fiqhun  Nazhar hal. 77,78) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #010101; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam   Al-Albani rahimahullahu menyatakan bahwa riwayat yang ketiga lebih  mendekati  zahir hadits dan mencocoki apa yang dilakukan oleh para  sahabat. (Ash- Shahihah,  membahas hadits no. 99)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TpshF8Geneg/TV7rFt8TxuI/AAAAAAAAAG4/5ezNBV6z22I/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-TpshF8Geneg/TV7rFt8TxuI/AAAAAAAAAG4/5ezNBV6z22I/s1600/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;sumber: &lt;a href="http://moslemstore-moslemstore.blogspot.com/2010/10/nazhar-melihat-calon-pasangan-hidup.html"&gt;moslemstore&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-3611409445095314351?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/3611409445095314351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/02/nazhar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3611409445095314351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3611409445095314351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/02/nazhar.html' title='Nazhar'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zq1remTLwZQ/TV7qEW9ipyI/AAAAAAAAAGs/lzkOCOeYsUw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6361869274934341279</id><published>2011-01-14T16:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T16:08:58.328-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Jilbab Busana Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;(QS. Al Ahzaab (33) : 59)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TTDlMlhLcxI/AAAAAAAAAEI/Z9JHVYEQHQM/s1600/jilbab_kartun.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TTDiwrClptI/AAAAAAAAAD8/Yz4tu1z0WyE/s1600/wanita-muslimah.jpg"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Jilbab. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di telinga kita seiring dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TTDlMlhLcxI/AAAAAAAAAEI/Z9JHVYEQHQM/s1600/jilbab_kartun.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TTDlMlhLcxI/AAAAAAAAAEI/Z9JHVYEQHQM/s200/jilbab_kartun.jpg" width="110" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;semakin semaraknya saudara-saudara kita para muslimah memakainya dalam kehidupannya sehari-hari. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab itu ? Apa pula dasar hukumnya dan mengapa Islam mewajibkan kaum hawa untuk mengenakannya di dalam kesehariannya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;1. Pengertian Jilbab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun bagi perempuan, yang pada intinya pakaian itu baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan digunakan sebagai penutup aurat sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur'an.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A'raaf (7) : 26-27)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Sehingga yang menjadi permasalahan sekarang adalah manakah batas-batas aurat itu ? Untuk aurat laki-laki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, dan Hakim adalah dari pusar sampai dengan lutut. Bagian itulah yang bagi laki-laki harus ditutup sedangkan bagian yang lainnya boleh ditampakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di depan Ma'mar kedua pahanya terbuka, maka sabdanya : Hai Ma'mar ! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat" (HR. Bukhari, Ahmad, Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Lalu dimanakah aurat wanita itu ? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dikatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Hai Asmaa' ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)" (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Di dalam Al Qur'an Allah berfirman yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur (24) : 31)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Dari uraian diatas dapatlah kita ketahui bahwa jilbab merupakan pakaian yang lapang yang menutup aurat wanita (seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sampai pergelangan tangan). Jadi pada pengertian tersebut jilbab berbeda dengan kerudung. Kerudng merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;2. Kewajiban berjilbab bagi muslimah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Seorang muslimah adalah seorang wanita yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dimana keimanannya itu diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan sehari-hari. Dan pengamalan dari keimanan ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mengenakan jilbab bagi seorang wanita adalah merupakan suatu perintah dari Allah SWT dimana hukumnya adalah wajib yang bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan berdosa. Hal ini didasarkan atas perintah Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 59 dan surat An Nuur ayat 31 diatas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Dari dua ayat ini jelas bahwa Allah mewajibkan wanita beriman untuk mengenakan jilbabnya /kerudungnya kecuali kepada orang-orang tertentu seperti yang tercantum dalam surat An Nuur : 31 diatas yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Jadi amatlah disayangkan apabila kita menjumpai saudara-saudara kita muslimah yang memakai jilbabnya hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja seperti pada waktu sekolah, mengajar, kuliah, dsb. Tetapi diluar itu apabila dia keluar rumah tidak memakai jilbabnya. Marilah kita perhatikan dan kita renungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Mas'ud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka syetanpun berdiri tegak (dirangsang olehnya)" (HR. Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;3. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Telah berkata Ummu 'Athiyah saya bertanya : 'Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?' Maka sabdanya : 'Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya'." (HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;a) &lt;u&gt;Sebagai identitas seorang muslimah&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;b) &lt;u&gt;Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;(QS. An Nahl (16) : 97)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;c) &lt;u&gt;Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Israa' (17) : 32)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;d) &lt;u&gt;Memperkuat kontrol sosial&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dengan diwajibkannya jilbab sebagai busana muslimah ternyata banyak membawa manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS.Ali Imran (3) : 191)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Demikianlah sebagai penutup marilah kita renungkan firman Allah dalam surat Al Baqarah 85 berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;"Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;(QS. Al Baqarah (2) : 85)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 150%;"&gt;sumber :&lt;i&gt; &lt;a href="http://www.f-adikusumo.staff.ugm.ac.id/artikel/jilbab.html"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.f-adikusumo.staff.ugm.ac.id/artikel/jilbab.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6361869274934341279?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6361869274934341279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/jilbab-busana-seorang-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6361869274934341279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6361869274934341279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/jilbab-busana-seorang-muslimah.html' title='Jilbab Busana Seorang Muslimah'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TTDlMlhLcxI/AAAAAAAAAEI/Z9JHVYEQHQM/s72-c/jilbab_kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-7228146397900273292</id><published>2011-01-12T14:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T14:30:49.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi Umi Mayada (Cahaya Rasul)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4rY47qUGI/AAAAAAAAAD0/-1JopTt-w90/s1600/Ummu+Mayada.gif" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4rY47qUGI/AAAAAAAAAD0/-1JopTt-w90/s200/Ummu+Mayada.gif" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Umi Mayada&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Umi Mayada&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; atau yang akrab dipanggil &lt;b&gt;MAYADA&lt;/b&gt; lahir di Bitung, 20 oktober 1990. Sosok akhwat ini kerap muncul di layar kaca dengan melantunkan lagu-lagu shalawat. Akhwat tersebut biasa disapa &lt;b&gt;Maya &lt;/b&gt;yang nama aslinya adalah &lt;b&gt;Umi Mayada&lt;/b&gt;. Namanya meroket sejak ia mengeluarkan album &lt;b&gt;Cahaya Rasul 1&lt;/b&gt; pada tahun 1999, kumpulan shalawat yang di masa silam dinyanyikan oleh Ummu Kultsum, penyanyi legendaris Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak kecil, anak sulung pasangan &lt;b&gt;H. Adnan Ya’qub Limbong&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Hj. Sunarti Yusuf&lt;/b&gt; itu sudah belajar mengaji. Maklum, orangtuanya adalah juara qari dan qariah tingkat nasional. Ayahnya, juara MTQ TVRI/RRI 1986,sementara ibundanya juara MTQ Sulawesi Utara.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Minat Maya dalam berqiraah memang sudah tampak sejak kecil. Setiap kali ada tayangan qiraah di televisi, ia langsung duduk bersimpuh lalu menirukan suara qari di layar kaca. Ketika itu orangtuanya mengira anaknya hanya main-main saja. Bahkan terkadang Maya mengigau membaca Al-Quran layaknya seorang qariah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar igauan cucunya itu, sang kakek yang kebetulan tidur bersamanya, kontak menangis. “Sub-hanallah, ini anak mengigaunya saja mengaji, lain dari pada yang lain, ” kata kakeknya. Tahu Maya berbakat dalam seni baca Al-Quran, ayahnya mendidik anak sulungnya itu tehnik membaca Al-Quran yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan sabar, Adnan Ya’kub menurunkan keahliannya dalam hal qiraah sab’ah (tujuh jenis qiraah) kepada anaknya tercinta. Latihan yang sangat disiplin itu ternyata tidak sia-sia. Ketika usianya menginjak tujuh tahun, Maya telah menguasai qiraah sab’ah, sehingga berhasil meraih juara I Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional di Jambi pada 1997 untuk kategori anak-anak. Lalu suara emasnya direkam dalam sebuah album qiraah anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu, ternyata Maya juga gemar lagu-lagu shalawat. Kebetulan orangtuanya memiliki koleksi album shalawat cukup banyak, sehingga Maya dapat belajar dengan leluasa. Setelah cukup lancar, ia meluncurkan sebuah album shalawat. Kebetulan, Habib Husein Alaydrus — produser sebuah perusahaan rekaman — tengah mencari artis yang cocok untuk menyanyikan lagu-lagu Ummu Kultsum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Habib Husein Alaydrus pernah ikut serta dalam perekaman album shalawat Nur Muhaammad SAW dan Ziarah Rasul yang dibawakan oleh Haddad Alwi. Suatu hari, Habib Husein menerima sebuah kaset qiraah Maya, dan langsung tertarik. Ketika menjalani tes rekaman, ternyata Maya mampu melantunkan lagu-lagu Ummu Kultsum.&lt;br /&gt;“Pertama kali bikin album, saya grogi. Tapi saya senang, dan seru,” tutur Maya. Akhirnya, dalam waktu relatif singkat, pada 1999 sebuah album shawalat, Cahaya Rasul 1, berhasil dirilis. Ketika itulahsuara Maya banyak terdengar di radio dan televisi, apalagi memasuki bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak itu nama Mayada dikenal luas sebagai penyanyi cilik untuk lagu-lagu shalawat, sejajar dengan Sulis, Wafiq Azizah, dan lain lain. Maya tak pernah khawatir bersaing, sebab baginya persaingan harus dilihat secara positif sebagai fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan). Bahkan ketika mengikuti MTQ, Maya sering minta sekamar dengan Wafiq Azizah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah album Cahaya Rasul 1, setiap kali menyambut Ramadhan, Maya selalu merilis album shalawat. Hingga sekarang sudah terbit 14 album, terdiri dari sembilan album Cahaya Rasul, tiga kompilasi dengan artis lain, dan dua lagi karet qiraah dan shalawat.. Sejak itu Maya sering diundang menggelar konser di berbagai kota-kota besar, termasuk tawaran konser di luar negeri. Beberapa waktu lalu ia menggelar konser di Kualalumpur dan Hongkong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada penggemar yang mengirim surat, ada pula yang berkunjung ke rumah. Tapi, ada penggemar yang unik: bertandang ke rumah membawa oleh-oleh sekeranjang mangga. Tentu keluarganya senang. Tapi, ada yang bikin sedih. Dalam setiap konser, ada penggemar yang berlebihan dengan menarik-narik bajunya, menungguinya di depan rumah (bahkan sampai bermalam di teras), memanjat pagar rumah, atau membaca puisi di depan rumah.&lt;br /&gt;Tapi, yang paling bikin sedih Maya ialah ulah para pembajak yang mencuri album shalawatnya. Praktis, semua albumnya selalu dibajak sehingga ia banyak merugikan. “Baru seminggu masternya keluar, kaset bajakannya sudah beredar,” katanya sedih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-7228146397900273292?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/7228146397900273292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/biografi-umi-mayada-cahaya-rasul.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7228146397900273292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7228146397900273292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/biografi-umi-mayada-cahaya-rasul.html' title='Biografi Umi Mayada (Cahaya Rasul)'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4rY47qUGI/AAAAAAAAAD0/-1JopTt-w90/s72-c/Ummu+Mayada.gif' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-940927578690684243</id><published>2011-01-12T14:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T14:31:23.926-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi Sulistyowati (Cinta Rosul)</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4qpbCrGHI/AAAAAAAAADw/YRyEB2cVd8k/s1600/Sulityowati.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4qpbCrGHI/AAAAAAAAADw/YRyEB2cVd8k/s200/Sulityowati.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sulistyowati&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sulistyowati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; yang lebih dikenal sebagai &lt;b&gt;Sulis&lt;/b&gt; (lahir di Solo, Jawa Tengah, &lt;b&gt;23 Januari 1990&lt;/b&gt;) adalah penyanyi lagu-lagu religius. Nama Sulis melejit setelah berduet bersama penyanyi religius &lt;b&gt;Haddad Alwi&lt;/b&gt; dalam album-album Cinta Rasul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Bungsu tiga bersaudara pasangan Sumadi dan Siti Satinem ini senang menyanyi sejak kecil. Keberuntungan datang saat penyanyi Hadad Alwi mencari pelantun shalawat anak-anak untuk duet dengannya. Nama Sulis langsung melejit setelah membawakan lagu-lagu pujian sholawat nabi yang berhasil&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; mengambil hati para penggemarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Pengalaman rekaman pertamanya adalah saat dia masih berusia 9 tahun kelas III SD. Kini tak terasa, gadis kecil yang memulai debut bernyanyi sejak tahun 1999 itu sudah beranjak dewasa. Delapan tahun menekuni dunia tarik suara, 12 album sudah ia hasilkan, termasuk single dan kompilasi. Namanya pun kini identik dengan lagu-lagu religi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Beberapa album duet&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sulis&lt;/b&gt; bersama&amp;nbsp;&lt;b&gt;Hadad Alwi&lt;/b&gt; adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 1&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 2&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 3&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 5&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 6&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;CINTA RASUL 7&lt;/i&gt;, serta&amp;nbsp;&lt;i&gt;SULIS WITH ORCHESTRA&lt;/i&gt;. Meski telah merilis belasan album, Sulis tetap berusaha meningkatkan kualitas bernyanyinya. Ia berguru pada Anwar Fauzi yang juga pencipta beberapa lagu yang dia bawakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;inherit&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Tak hanya duet,&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sulis&lt;/b&gt; juga mencoba bersolo karier dengan mengeluarkan album&amp;nbsp;&lt;i&gt;CINTA RASUL 4&lt;/i&gt; (2004). dan Pada tahun 2007,&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sulis &lt;/b&gt;kembali muncul solo dengan konsep sedikit berbeda dari album sebelumnya. Album solonya yang kedua bertajuk&amp;nbsp;&lt;i&gt;YA ALLAH&lt;/i&gt; (2007). Tak seperti lazimnya lagu religi Islam lainnya yang diwarnai dengan musik gambus dan rebana, album ini menggantikannya dengan drum dan gitar bahkan lebih nge-&lt;i&gt;beat&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-940927578690684243?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/940927578690684243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/biografi-sulistyowati-cinta-rosul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/940927578690684243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/940927578690684243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/biografi-sulistyowati-cinta-rosul.html' title='Biografi Sulistyowati (Cinta Rosul)'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xLPeqwPynQA/TS4qpbCrGHI/AAAAAAAAADw/YRyEB2cVd8k/s72-c/Sulityowati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6049046205928123371</id><published>2011-01-05T15:19:00.001-08:00</published><updated>2011-01-05T15:21:15.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory daun kurma'/><title type='text'>my famili</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed align="middle" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=1369094286747416508&amp;amp;site=widget-bc.slide.com" name="flashticker" quality="high" salign="l" scale="noscale" src="http://widget-bc.slide.com/widgets/slideticker.swf" style="height: 320px; width: 400px;" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; width: 400px;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1369094286747416508&amp;amp;map=1" linkindex="18" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-bc.slide.com/p1/1369094286747416508/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1369094286747416508&amp;amp;map=2" linkindex="19" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-bc.slide.com/p2/1369094286747416508/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1369094286747416508&amp;amp;map=F" linkindex="20" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-bc.slide.com/p4/1369094286747416508/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6049046205928123371?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6049046205928123371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/my-famili.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6049046205928123371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6049046205928123371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2011/01/my-famili.html' title='my famili'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6237999665546919795</id><published>2010-12-30T15:07:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T15:08:41.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>24 Kalimat Motivasi Terbaik</title><content type='html'>&lt;hr size="1" style="background-color: white; color: white;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inilah kumpulan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;24 Kalimat Motivasi Terbaik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan  paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena  kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat  membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari  yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang,  sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam  alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke  tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,  karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk  melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik  hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk  membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan  uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.  Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup  sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda  bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu  meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita  kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang  belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu  menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu  pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan.  Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang  diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang  penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi  dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita  inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang  kita temukan di dalam dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal  terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal  yang hadir dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang  salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti  bagaimana berterima kasih atas karunia itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk  menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi  diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti  hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya  mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir  dalam hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu  seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa  tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah  dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah  dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti  hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,  tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak  pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang  dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak  melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau  mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan  pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak  dapat melupakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia  akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah  sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah  karena cinta tumbuh di hatimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah  kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun  demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang  mengatakannya dengan sepenuh hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu  tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu  tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.forumkami.com/forum/cafe-sastra/22796-24-kalimat-motivasi-terbaik.html"&gt;http://www.forumkami.com/forum/cafe-sastra/22796-24-kalimat-motivasi-terbaik.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6237999665546919795?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6237999665546919795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/24-kalimat-motivasi-terbaik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6237999665546919795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6237999665546919795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/24-kalimat-motivasi-terbaik.html' title='24 Kalimat Motivasi Terbaik'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-762500045185174647</id><published>2010-12-17T19:28:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T19:49:52.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Sholawat Nariyyah - Tinjuan Al Hadist &amp; Sejarah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://suaraanas.files.wordpress.com/2010/03/images.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Pyh67ye7pUo/Sv_kjMU8KAI/AAAAAAAAAHQ/F_Ws2wIs_8A/s400/SHOLAWAT+NARIAH.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://2.bp.blogspot.com/_Pyh67ye7pUo/Sv_kjMU8KAI/AAAAAAAAAHQ/F_Ws2wIs_8A/s320/SHOLAWAT+NARIAH.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;SHOLAWAT Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah.  Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk  salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh  Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah,  mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga  syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan  untuk nabi. &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost" style="display: inline; font-size: small;"&gt;Doa-doa yang  menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah  satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu  malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah  membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis  beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali  bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang  cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun  nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih  dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh  nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan  yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan  keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi  Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena  Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada  si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi nabi  berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat  kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak  orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan  umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih  dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul  daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inilah riwayat  singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan  sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan  ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah  memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak  lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membaca shalawat  nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di  samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “thibbil qulub”,  ada shalawat “tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib”  dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong  semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah  satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca  shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat  untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan  ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap  kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah  satu shalawat yang sangat populer ialah “shalawat badar”. Hampir setiap  warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa  melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU  pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja  shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah shalawat yang  satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga  NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka  tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada  Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أللّهُمَّ  صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا  مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ  وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ  الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى  آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ  لَكَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/92453021/dddfb8eb/02_Shalawat_Nariyah__Idris_Sar.html" target="_blank"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; download mp3 shalawat nariyah &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan  curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi  Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan,  semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan  semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat  dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada  keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas  sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam kitab  Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang  mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang  Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam)  mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak  disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat  nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan  cepat (bi idznillah).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Shalawat ini juga oleh para ahli yang  tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan  imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis  shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak  akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang  kaya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost" style="display: inline; font-size: small;"&gt;Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan:  Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali  (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka  Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30  di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat  kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.  Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam  Khozinatul Asror.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://suaraanas.files.wordpress.com/2010/03/images.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://suaraanas.files.wordpress.com/2010/03/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost" style="display: inline; font-size: small;"&gt;Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh  mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai  jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut  dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari  kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amalamal kalian  disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah,  tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat  al-Hafizh Ismail alQadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami  menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di  atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di  alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti  bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun  yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada  ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu  Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost" style="display: inline; font-size: small;"&gt;sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost" style="display: inline; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://nuryahman.blogspot.com/search/label/Hikmah%20Islam"&gt;http://nuryahman.blogspot.com/search/label/Hikmah%20Islam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-762500045185174647?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/762500045185174647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/sholawat-nariyyah-tinjuan-al-hadist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/762500045185174647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/762500045185174647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/sholawat-nariyyah-tinjuan-al-hadist.html' title='Sholawat Nariyyah - Tinjuan Al Hadist &amp; Sejarah'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Pyh67ye7pUo/Sv_kjMU8KAI/AAAAAAAAAHQ/F_Ws2wIs_8A/s72-c/SHOLAWAT+NARIAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-746002404698505730</id><published>2010-12-17T19:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T19:13:48.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>KUNCI KEBAHAGIAAN IMAM GHOZALI</title><content type='html'>CINTA KEPADA ALLAH&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u8YkOOCQQIE/S3tPOv9HpcI/AAAAAAAAANo/IOgEab5i6M8/s400/gal_620.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_u8YkOOCQQIE/S3tPOv9HpcI/AAAAAAAAANo/IOgEab5i6M8/s200/gal_620.gif" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan kepada Allah adalah topik yang paling penting dan merupakan tujuan akhir pembahasan kita sejauh ini. Kita telah berbicara tentang bahaya-bahaya ruhaniah karena mereka menghalangi kecintaan kepada Allah di hati manusia. Telah pula kita bicarakan tentang berbagai sifat baik yang diperlukan untuk itu. Penyempurnaan kemanusiaan terletak di sini, yaitu bahwa kecintaan kepada Allah mesti menaklukkanhati manusia dan menguasainya sepenuhnya. Kalaupun kecintaan kepada Allah tidak menguasainya sepenuhnya,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; maka hal itu mesti merupakan perasaan yang paling besar di dalam hatinya, mengatasi kecintaan kepada yang lain-lain. Meskipun demikian, mudah dipahami bahwa kecintaan kepada Allah adalah sesuatu yang sulit dicapai, sehingga suatu aliran teologi telah kenyataan sama sekali menyangkal, bahwa manusia bisa mencitai suatu wujud yang bukan merupakan spesiesnya sendiri. Mereka telah mendefinisikan kecintaan kepada Allah sebagai sekedar ketaatan belaka. Orang-orang yang berpendapat demikian sesungguhnya tidak tahu apakah agama itu sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh muslim sepakat bahwa cinta kepada Allah adalah suatu kewajiban. Allah berfirman berkenaan dengan orang-orang mukmin: "Ia mencintai mereka dan mereka mencitaiNya." Dan Nabi saw. Bersabda, "Sebelum seseorang mencintai Allah dan NabiNya lebih daripada mencintai yang lain, ia tidak memiliki keimanan yang benar." Ketika Malaikat Maut datang untuk mengambil nyawa Nabi Ibrahim, Ibrahim berkata: "Pernahkan engkau melihat seorang sahabat mengambil nyawa sahabatnya?" Allah menjawabnya, "Pernahkan engkau melihat seorang kawan yang tidak suka untuk melihat kawannya?" Maka Ibrahim pun berkata, "Wahai Izrail, ambillah nyawaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa berikut ini diajarkan oleh Nabi saw. kepada para sahabatnya; "Ya Allah, berilah aku kecintaan kepadaMu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintaiMu, dan apa saja yang membawaku mendekat kepada cintaMu. Jadikanlah cintaMu lebih berharga bagiku daripada air dingin bagi orang-orang yang kehausan." Hasan Basri seringkali berkata: "Orang yang mengenal Allah akan mencintaiNya; dan orang yang mengenal dunia akan membencinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita akan membahas sifat esensial cinta. Cinta bisa didefinisikan sebagai suatu kecenderungan kepada sesuatu yang menyenangkan. Hal ini tampak nyata berkenaan dengan lima indera kita. Masing-masing indera mencintai segala sesuatu yang memberinya kesenangan. Jadi, mata mencintai bentuk-bentuk yang indah, telinga mencintai musk, dan seterusnya. Ini adalah sejenis cinta yang juga dimiliki oleh hewan-hewan. Tetapi ada indera keenam, yakni fakultas persepsi, yang tertanamkan dalam hati dan tidak dimiliki oleh hewan-hewan. Dengannya kita menjadi sadar akan keindahan dan keunggulan ruhani. Jadi, seseorang yang hanya akrab dengan kesenangan-kesenangan inderawi tidak akan bisa memahami apa yang dimaksud oleh Nabi saw. ketika bersabda bhwa ia mencintai shalat lebih daripada wewangian dan wanita, meskipun keduanya itu juga menyenangkan baginya. Tetapi orang yang mata-hatinya terbuka untuk melihat keindahan dan kesempurnaan Allah akan meremehkan semua penglihatan-penglihatan luar, betapa pun indah tampaknya semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang hanya akrab dengan kesenangan-kesenangan inderawi akan berkata bahwa keindahan ada pada warna-warni merah putih, anggota-anggota tubuh yang serasi dan seterusnya, sedang ia buta terhadap keindahan moral yang dimaksudkan oleh orang-orang ketika mereka berbicara tentang orang ini dan orang itu yang memiliki tabiat baik. Tetapi orang-orang yang memiliki persepsi yang lebih dalam merasa sangat mungkin untuk bisa mencintai orang-orang besar yang telah jauh mendahului kita - seperti kata Khalifah Umar dan Abu Bakar - berkenaan dengan sifat-sifat mulia mereka, meskipun jasad-jasad mereka telah sejak dahulu sekali bercampur dengan debu. Kecintaan seperti itu tidak diarahkan kepada bentuk luar melainkan kepada sifat-sifat ruhaniah. Bahkan ketika kita ingin membangkitkan rasa cinta di dalam diri seorang anak kepada orang lain, kita tidak menguraikan keindahan luar bentuk itu atau yang lainnya, melainkan kunggulan-keunggulan ruhaniahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terapkan prinsip ini untuk kecintaan kepada Allah, maka akan kita dapati bahwa Ia sendiri sajalah yang pantas dicintai. Dan jika seseorang tidak mencintaiNya, maka hal itu disebabkan karena ia tidak mengenaliNya. Karena alasan inilah, maka kita mencintai Muhammad saw., karena ia adalah Nabi dan kecintaan Allah; dan kecintaan kepada orang-orang berilmu dan bartakwa adalah benar-benar kecintaan kepada Allah. Kita akan melihat hal ini lebih jelas kalau kita membahas sebab-sebab yang bisa membangkitkan kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab pertama adalah kecintaan seseorang atas dirinya dan kesempurnaan sifatnya sendiri. Hal ini membawanya langsung kepada kecintaan kepada Allah, karena kemaujudan asasi dan sifat-sifat manusia tidak lain adalah anugerah Allah. Kalau bukan karena kebaikanNya, manusia tidak akan pernah tampil dari balik tirai ketidak-maujudan ke dunia kasat-mata ini. Pemeliharaan dan pencapaian kesempurnaan manusia juga sama sekali tergantung para kemurahan Allah. Sungguh aneh jika seseorang mencari perlindungan dari panas matahari di bawah bayangan sebuah pohon dan tidak bersyukur kepada pohon yang tanpanya tidak akan ada bayangan sama sekali. Sama seperti itu, kalau bukan karena Allah, manusia tidak akan maujud (ada) dan sama sekali tidak pula mempunyai sifat-sifat. Oleh sebab itu ia akan mencintai Allah kalau saja bukan karena kemasabodohan terhadapNya. Orang-orang bodoh tidak bisa mencintaiNya, karna kecintaan kepadaNya memancar langsung dari pengetahuan tentangNya. Dan sejak kapankah seorang bodoh mempunyai pengetahuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kedua dari kecintaan ini adalah kecintaan manusia kepada sesuatu yang berjasa kepadanya, dan sebenarnyalah satu-satunya yang berjasa kepadanya hanyalah Allah; karena, kebaikan apa pun yang diterimanya dari sesama manusia disebabkan oleh dorongan langsung dari Allah. Motif apa pun yang menggerakkan seseorang memberikan kebaikan kepada orang lain, apakah itu keinginan untuk memperoleh pahala atau nama baik, Allah-lah yang mempekerjakan motif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ketiga adalah kecintaan yang terbangkitkan oleh perenungan tentang sifat-sifat Allah, kekuasaan dan kebijakanNya, yang jika dibandingkan dengan kesemuanya itu kekuasaan dan kebijakan manusia tidak lebih daripada cerminan-cerminan yang paling remeh. Kecintaan ini mirip dengan cinta yang kita rasakan terhadap orang-orang besar di masa lampau, seperti Imam Malik dan Imam Syafi'i, meskipun kita tidak pernah mengharap untuk menerima keuntungan pribadi dari mereka. Dan oleh karenanya, cinta ini merupakan jenis cinta yang lebih tak berpamrih. Allah berfirman kepada Nabi Daud, "AbdiKu yang paling cinta kepadaKu adalah yang tidak mencariku karena takut untuk dihukum atau berharap mendapatkan pahala, tetapi hanya demi membayar hutangnya kepada KetuhananKu." Di dalam Injil tertulis: "Siapakah yang lebih kafir daripada orang yang menyembahKu karena takut neraka atau mengharapkan surga? Jika tidak Kuciptakan semuanya itu, tidak akan pantaskah Aku untuk disembah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab KEEMPAT dari kecintaan ini adalah "persamaan" antara manusia dan Allah. Hal inilah yang dimaksudkan dalam sabda Nabi saw.: "Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dalam kemiripan dengan diriNya sendiri." Lebih jauh lagi Allah telah berfirman: "Hambaku mendekat kepadaKu sehingga Aku menjadikannya sahabatKu. Aku pun menjadi telinganya, matanya dan lidahnya." Juga Allah berfirman kepada Musa as.: "Aku pernah sakit tapi engkau tidak menjengukku!" Musa menjawab: "Ya Allah, Engkau adalah Rabb langit dan bumi; bagaimana Engkau bisa sakit?" Allah berfirman: "Salah seorang hambaKu sakit; dan dengan menjenguknya berarti engkau telah mengunjungiKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ini adalah suatu masalah yang agak berbahaya untuk diperbincangkan, karena hal ini berada di balik pemahaman orang-orang awam. Seseorang yang cerdas sekalipun bisa tersandung dalam membicarakan soal ini dan percaya pada inkarnasi dan kersekutuan dengan Allah. Meskipun demikian, "persamaan" yang maujud di antara manusia dan Allah menghilangkan keberatan para ahli Ilmu Kalam yang telah disebutkan di atas itu, yang berpendapat bahwa manusia tidak bisa mencintai suatu wujud yang bukan dari spesiesnya sendiri. Betapa pun jauh jarak yang memisahkan mereka, manusia bisa mencintai Allah karena "persamaan" yang disyaratkan di dalam sabda Nabi: "Allah menciptakan manusia dalam kemiripan dengan diriNya sendiri."&lt;br /&gt;Menampak Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua muslim mengaku percaya bahwa menampak Allah adalah puncak kebahagiaan manusia, karena hal ini dinyatakan dalam syariah. Tetapi bagi banyak orang hal ini hanyalah sekedar pengakuan di bibir belaka yang tidak membangkitkan perasaan di dalam hati. Hal ini bersifat alami saja, karena bagaimana bisa seseorang mendambakan sesuatu yang tidak ia ketahui? Kami akan berusaha untuk menunjukkan secara ringkas, kenapa menampak Allah merupakan kebahagiaan terbesar yang bisa diperoleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama sekali, semua fakultas manusia memiliki fungsinya sendiri yang ingin dipuasi. Masing-masing punya kebaikannya sendiri, mulai dari nafsu badani yang paling rendah sampai bentuk tertinggi dari pemahaman intelektual. Tetapi suatu upaya mental dalam bentuk rendahnya sekalipun masih memberikan kesenangan yang lebih besar daripada kepuasan nafsu jasmaniah. Jadi, jika seseorang kebetulan terserap dalam suatu permainan catur, ia tidak akan ingat makan meskipun berulang kali dipanggil. Dan makin tinggi pengetahuan kita makin besarlah kegembiraankita akan dia. Misalnya, kita akan lebih merasa senang mengetahui rahasia-rahasia seorang raja daripada rahasia-rahasia seorang wazir. Mengingat bahwa Allah adalah obyek pengetahuan yang paling tinggi, maka pengetahuan tentangNya pasti akan memberikan kesenangan yang lebih besar ketimbang yang lain. Orang yang mengenal Allah, di dunia ini sekalipun, seakan-akan merasa telah berada di surga "yang luasnya seluas langit dan bumi"; surga yang buah-buahnya sedemikian nikmat, sehingga tak ada seorang pun yang bisa mencegahnya untuk memetiknya; dan surga yang tidak menjadi lebih sempit oleh banyaknya orang yang tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi nikmatnya pengetahuan masih jauh lebih kecil daripada nikmatnya penglihatan, persis seperti kesenangan kita di dalam melamunkan orang-orang yang kita cintai jauh lebih sedikit daripada kesenangan yang diberikan oleh penglihatan langsung akan mereka. Keterpenjaraan kita di dalam jasad yang terbuat dari lempung dan air ini, dan kesibukankita dengan ihwal inderawi, menciptakan suatu tirai yang menghalangi kita dari menampak Allah, meskipun hal itu tidak mencegah kita dari memperoleh beberapa pengethuan tentangNya. Karena alasan inilah, Allah berfirman kepada Musa di Bukit Sinai: "Engkau tidak akan bisa melihatKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sebenarnya adalah sebagai berikut. Sebagaimana benih manusia akan menjadi seorang manusia dan biji korma yang ditanam akan menjadi pohon korma, maka pengetahuan tentang Tuhan yang diperoleh di bumi akan menjelma menjadi penampakan Tuhan di akhirat kelak, dan orang yang tak pernah mempelajari pengetahuan itu tak akan pernah mengalami penampakan itu. Penampakan ini tak akan terbagi sama kepada orang-orang yang tahu, melainkan kadar kejelasannya akan beragam sesuai dengan pengetahuan mereka. Tuhan itu satu, tetapi Ia akan terlihat dalam banyak cara yang berbeda, persis sebagaimana suatu obyek tercerminkan dalam berbagai cara oleh berbagai cermin; ada yang mempertunjukkan bayangan yang lurus, ada pula yang baur, ada yang jelas dan yang lainny akabur. Sebuah cermin mungkin telah sedemikian rusak sehingga bisa membuat bentuk yang indah sekalipun tampa buruk, dan seseorang mungkin membawa sebuah hati yang sedemikian gelap dan kotor ke akhirat, sehingga penglihatan yang bagi orang lain merupakan sumber kebahagiaan dan kedamaian, baginya malah menjadi sumber kesedihan. Seseorang yang di hatinya cinta terhadap Tuhan telah mengungguli yang lain akan menghirup lebih banyak kebahagiaan dari penglihatan ini dibanding orang yang di hatinya cinta itu tak sedemikian unggul; persis seperti halnya dua manusia yang sama memiliki pandangan mata yang tajam; ketika menatap sebentuk wajah yang cantik, maka orang yang telah mencintai pemilik wajah itu akan lebih berbahagia dalam menatapnya daripada orang yang tidak mencinta. Agar bisa menikmati kebahagiaan sempurna, pengetahuan saja tanpa disertai cinta belumlah cukup. Dan cinta akan Allah tak bisa memenuhi hati manusia sebelum ia disucikan dari cinta akan dunia yang hanya bisa didapatkan dengan zuhud. Ketika berada di dunia ini, keadaan manusia berkenaan dengan menampak Allah adalah seperti seorang pencinta yang akan melihat wajah kasihya di keremangan fajar, sementara pakaiannya dipenuhi dengan lebah dan kalajengking yang terus menerus menyiksanya. Tetapi jika matahari terbit dan menampakkan wajah sang kekasih dalam segenap keindahannya dan binatang berbisa berhenti menyiksanya, maka kebahagiaan sang pencinta akan menjadi seperti kecintaan hamba Allah yang setelah keluar dari keremangan dan terbebaskan dari bala yang menyiksa di dunia ini, melihatNya tanpa tirai. Abu Sulaiman berkata: "Orang yang sibuk dengan dirinya sekarang, akan sibuk dengan dirinya kelak; dan orang yang tersibukkan dengan Allah sekarang, akan tersibukkan denganNya kelak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya Ibnu Mu'adz meriwayatkan bahwa ia mengamati Bayazid Bistami dalam shalatnya sepanjang malam. Ketika telah selesai, Bayazid berdiri dan berkata: "O Tuhan! Beberapa hamba telah meminta dan mendapatkan kemampuan untuk membuat mukjizat, berjalan di atas permukaan air, terbang di udara, tapi bukan semua itu yang kuminta; beberapa yang lain telah meminta dan mendapatkan harta benda, tapi bukan itu pula yang kuminta." Kemudian Bayazid berpaling dan ketika melihat Yahya, ia bertanya: "Engkaulah yang di sanan itu Yahya?" Ia jawab: "Ya." Ia bertanya lagi: "Sejak kapan?" "Sudah sejak lama." Kemudian Yahya memintanya agar mengungkapkan beberapa pengalaman ruhaniahnya. "Akan kuungkapkan", jawab Bayazid, "apa-apa yang halal untuk diceritakan kepadamu." Yang Kuasa telah mempertunjukkan kerajaanNya kepadaku, dari yang paling mulia hingga yang terenah. Ia mengangkatku ke atas 'Arsy dan KursiNya dan ketujuh langit. Kemudian Ia berkata: 'Mintalah kepadaKu apa saja yang kau ingini.' Saya jawab: 'Ya Allah! Tak kuingini sesuatu pun selain Engkau.' 'Sesungguhnya,' kataNya, 'engkau adalah hambaKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kali lain Bayazid berkata: "Jika Allah akan memberikan padamu keakraban dengan diriNya atau Ibrahim, kekuatan dalam doa Musa dan keruhanian Isa, maka jagalah agar wajahmu terus mengarah kepadaNya saja, karena Ia memiliki khazanah-khazanah yang bahkan melampaui semuanya ini." Suatu hari seorang sahabatnya berkata kepadanya: "Selama tigapuluh tahun aku telah berpuasa di siang hari dan bersembahyang di malam hari, tapi sama sekali tidak kudapati kebahagiaan ruhaniah yang kamu sebut-sebut itu." Bayazid menjawab: "Kalaupun engkau berpuasa dan bersembahyang selama tigaratus tahun, engkau tetap tak akan mendapatinya." "Kenapa?" tanya sang sahabat. "Karena," kata Bayazid, "perasaan mementingkan-diri-sendirimu telah menjadi tirai antara engkau dan Allah." "Jika demikian, katakan padaku cara penyembuhannya." "Cara itu takkan mungkin bisa kaulaksanakan." Meskipun demikian ketika sahabatnya itu memaksanya untuk mengungkapkannya, Bayazid berkata: "Pergilah ke tukang cukur terdekat dan mintalah ia untuk mencukur jenggotmu. Bukalah semua pakaianmu kecuali korset yang melingkari pinggangmu. Ambillah sebuah kantong yang penuh dengan kenari, gantungkan di lehermu, pergilah ke pasar dan berteriaklah: 'Setiap orang yang memukul tengkukku akan mendapatkan buah kenari'. Kemudian dalam keadaan seperti itu pergilah ke tempat para qadhi dan faqih." "Astaga!" kata temannya, "saya benar-benar tak bisa melakukannya. Berilah cara penyembuhan yang lain." "Itu tadi adalah pendahuluan yang harus dipenuhi untuk penyembuhannya," jawab Bayazid. "Tapi, sebagaimana telah saya katakan padamu, engkau tak bisa disembuhkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Bayazid untuk menunjukkan cara penyembuhan seperti itu adalah kenyataan bahwa sahabatnya itu adalah seorang pengejar kedudukan dan kehormatan yang ambisius. Ambisi dan kesombongan adalah penyakit-penyakit yang hanya bisa disembuhkan dengan cara-cara seperti itu. Allah berfirman kepada Isa: "Wahai Isa, jika Kulihat di hati para hambaKu kecintaan yang murni terhadap diriKu yang tidak terkotori dengan nafsu-nafsu mementingkan diri-sendiri berkenaan dengan dunia ini atau dunia yang akan datang, maka Aku akan menjadi penjaga cinta itu." Juga ketika orang-orang meminta Isa a.s. menunjukkan amal yang paling mulia, ia menjawab: "Mencintai Allah dan memasrahkan diri kepada kehendakNya." Wali Rabi'ah pernah ditanya cintakah ia kepada Nabi. "Kecintaan kepada Sang Pencipta," katanya, "telah mencegahku dari mencintai mahluk." Ibrahim bin Adam dalam doanya berkata: "Ya Allah, di mataku surga itu sendiri masih lebih remeh daripada sebuah agas jika dibandingkan dengan kecintaan kepadaMu dan kebahagiaan mengingat Engkau yang telah Kauanugerahkan kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menduga bahwa mungkin saja untuk menikmati kebahagiaan di akhirat tanpa mencintai Allah, sudah terlalu jauh tersesat, karena inti kehidupan masa yang akan datang adalah untuk sampai kepada Allah sebagaimana sampai pada suatu obyek keinginan yang sudah lama didambakan dan diraih melalui halangan-halangan yang tak terbilang banyaknya. Penikmatan akan Allah adalah kebahagiaan. Tapi jika ia tidak memiliki kesenangan akan Allah sebelumnya, ia tidak akan bergembira di dalamnya kelak; dan jika kebahagiaannya di dalam Allah sebelumnya sangat kecil sekali, maka kelak ia pun akan kecil. Ringkasnya, kebahagiaan kita di masa datang akan sama persis kadarnya dengan kecintaan kita kepada Allah sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi na'udzu billah, jika di dalam hati seseorang telah tumbuh suatu kecintaan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan Allah, maka keadaan kehidupan akhirat akan saa sekali asing baginya. Dan apa-apa yang akan membuat orang lain bahagia akan membuatnya bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa diterangkan dengan anekdot berikut ini. Seorang manusia pemakan bangkai pergi ke sebuah pasar yang menjual wangi-wangian. Ketika membaui aroma yang wangi ia jatuh pingsan. Orang-orang mengerumuninya dan memercikkan air bunga mawar padanya, lalu mendekatkan misyk (minyak wangi) ke hidungnya; tetapi ia malah menjadi semakin parah. Akhirnya seseorang datang; dia sendiri adalah juga pemakan bangkai. Ia mendekatkan sampah ke hidung orang itu, maka orang itu segera sadar, mendesah penuh kepuasan: "Wah, ini baru benar-benar wangi-wangian!" Jadi, di akhirat nanti manusia tak akan lagi mendapati kenikmatan-kenikmatan cabul dunia ini; kebahagiaan ruhaniah dunia itu akan sama sekali baru baginya dan malah akan meningkatkan kebobrokannya. Karena, akhirat adalah suatu dunia ruh dan merupakan pengejawantahan dari keindahan Allah; kebahagiaan adalah bagi manusia yang telah mengejarnya dan tertarik padanya. Semua kezuhudan, ibadah dan pengkajian-pengkajian akan menjadikan rasa tertarik itu sebagai tujuannya dan itu adalah cinta. Inilah arti dari ayat al-Qur'an: "Orang yang telah menyucikan jiwanya akan berbahagia." Dosa-dosa dan syahwat langsung bertentangan dengan pencapaian rasa tertarik ini. Oleh karena itu, al-Qur'an berkata: "Dan orang yang mengotori jiwanya akan merugi." Orang-orang yang dianugerahi wawasan ruhaniah telah benar-benar memahami kebenaran ini sebagai suatu kenyataan pengalaman, bukan sekadar sebuah pepatah tradisional belaka. Pencerapan mereka yang amat jelas terhadap kebenaran ini membawa mereka kepada keyakinan bahwa orang yang membawa kebenaran itu adalah benar-benar seorang Nabi, sebagaimana yakinnya seseorang yang telah mempelajari pengobatan ketika ia mendengarkan omongan seorang dokter. Ini adalah sejenis keyakinan yang tidak membutuhkan dukungan berupa mukjizat-mukjizat, seperti mengubah sebatang kayu menjadi seekor ular yang masih mungkin digoncangkan dengan mukjizat-mukjizat luar biasa sejenisnya yang dilakukan oleh para ahli sihir.&lt;br /&gt;Tanda-tanda Kecintaan kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengaku telah mencintai Allah, tetapi masing-masing mesti memeriksa diri sendiri berkenaan dengan kemurnian cinta yang ia miliki. Ujian pertama adalah: dia mesti tidak membenci pikiran tentang mati, kerena tak ada seorang "teman" pun yang ketakutan ketika akan bertemu dengan "teman"nya. Nabi saw. Berkata: "Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya." Memang benar bahwa seorang pencinta Allah yang ikhlas mungkin saja bisa takut akan kematian sebelum ia menyelesaikan persiapannya untuk ke akhirat, tapi jika ia ikhlas ia akan rajin dalam membuat persiapan-persiapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian keikhlasan yang kedua ialah seseorang mesti rela mengorbankan kehendaknya demi kehendak Allah; mesti berpegang erat-erat kepada apa yang membawanya lebih dekat kepada Allah; dan mesti menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menyebabkan ia berada jauh dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa seseorang telah berbuat dosa bukanlah bukti bahwa dia tidak mencintai Allah sama sekali, tetapi hal itu hanya membuktikan bahwa ia tidak mencintaiNya dengan sepenuhhati. Wali Fudhail berkata pada seseorang: "Jika seseorang bertanya kepadamu, cintakah engkau kepada Allah, maka diamlah; karena jika engkau berkata: 'Saya tidak mencintaiNya,' maka engkau menjadi seorang kafir; dan jika engkau berkata: 'Ya, saya mencintai Allah,' padahal perbuatan-perbuatanmu bertentangan dengan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian yang ketiga adalah bahwa dzikrullah mesti secara otomatis terus tetap segar di dalam hati manusia. Karena, jika seseorang memang mencintai, maka ia akan terus mengingat-ngingat; dan jika cintanya itu sempurna, maka ia tidak akan pernah melupakan-Nya. Meskipun demikian, memang mungkin terjadi bahwa sementara kecintaan kepada Allah tidak menempati tempat utama di hati seseorang, kecintaan akan kecintaan kepada Allahlah yang berada di tempat itu, karena cinta adalah sesuatu dan kecintaan akan cinta adalah sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian yang keempat adalah bahwa ia akan mencintai al-Qur'an yang merupakan firman Allah - dan Muhammad Nabiyullah. Jika cintanya memang benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah. Malah cintanya akan melingkupi semua mahluk, karena orang yang mencintai seseorang akan mencintai karya-karya cipta dan tulisan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian kelima adalah, ia akan bersikap tamak terhadap 'uzlah untuk tujuan ibadah. Ia akan terus mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan. Jika ia lebih menyukai bercakap-cakap di siang hari dan tidur di malam hari daripada 'uzlah seperti itu, maka cintanya itu tidak sempurna. Allah berkata kepada Daud a.s.: "Jangan terlalu dekat dengan manusia, karena ada dua jenis orang yang menghalangi kehadiranKu: orang-orang yang bernafsu untuk mencari imbalan dan kemudian semangatnya mengendor ketika telah mendapatkannya, dan orang-orang yang lebih menyukai pikiran-pikirannya sendiri daripada mengingatKu. Tanda-tanda ketidak-hadiranKu adalah bahwa Aku meninggalkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnyalah, jika kecintaan kepada Allah benar-benar menguasai hati manusia, maka semua cinta kepada yang lain pun akan hilang. Salah seorang dari Bani Israil mempunyai kebiasaan untuk sembahyang di malam hari. Tetapi ketika tahu bahwa seekor burung bisa bernyanyi dengan sangat merdu di atas sebatang pohon, ia pun mulai sembahyang di bawah pohon itu agar dapat menikmati kesenangan mendengarkan burung itu. Allah memerintahkan Daut a.s. untuk pergi dan berkata kepadanya: "Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepadaKu; maka tingkatanmu di kalangan para wali pun terendahkan." Di pihak lain, beberapa orang telah mencintai Allah dengan kecintaan sedemikian rupa, sehingga ketika mereka sedang berkhidmat dalam ibadah, rumah-rumah mereka telah terbakar dan mereka tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian keenam adalah bahwa ibadah pun menjadi mudah baginya. Seorang wali berkata: "Selama tigapuluh tahun pertama saya menjalankan ibadah malamku dengan sudah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian hal itu telah menjadi suatu kesenangan bagiku." Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ketujuh adalah bahwa pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat, sebagaimana kara al-Qur'an: "Mereka bersikap keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesamanya." Nabi saw pernah bertanya kepada Allah: "Ya Allah, siapakah pencinta-pencintaMu?" Dan jawabannya pun datang: "Orang-orang yang berpegang erat-erat kepadaKu sebagaimana seorang anak kepada ibunya; yang berlindung di dalam pengingatan kepadaKu sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya; dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuryahman.blogspot.com/2007/06/kunci-kebahagiaanimam-ghozali.html"&gt;http://nuryahman.blogspot.com/2007/06/kunci-kebahagiaanimam-ghozali.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-746002404698505730?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/746002404698505730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/kunci-kebahagiaan-imam-ghozali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/746002404698505730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/746002404698505730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/kunci-kebahagiaan-imam-ghozali.html' title='KUNCI KEBAHAGIAAN IMAM GHOZALI'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u8YkOOCQQIE/S3tPOv9HpcI/AAAAAAAAANo/IOgEab5i6M8/s72-c/gal_620.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-82715918610872654</id><published>2010-12-16T18:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T18:58:42.547-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Taksonomi Bloom</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://projects.coe.uga.edu/epltt/images/2/28/Bloom.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://projects.coe.uga.edu/epltt/images/2/28/Bloom.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Taksonomi Bloom&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt; merujuk pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi" title="Taksonomi"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;taksonomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang dibuat untuk tujuan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin_S._Bloom" title="Benjamin S. Bloom"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Benjamin S. Bloom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1956" title="1956"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1956&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt; (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Cognitive Domain&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt; (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang      menekankan aspek intelektual, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan" title="Pengetahuan"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, pengertian, dan keterampilan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berpikir" title="Berpikir"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;berpikir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Affective Domain&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt; (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang      menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Minat (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;minat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,      &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sikap" title="Sikap"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sikap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Psychomotor Domain&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt; (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang      menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Renang" title="Renang"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;berenang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan mengoperasikan mesin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;seperti yang diungkapkan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantoro" title="Ki Hajar Dewantoro"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ki Hajar Dewantoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Domain Kognitif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama berupa adalah Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Pengetahuan (&lt;i&gt;Knowledge&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Pemahaman (&lt;i&gt;Comprehension&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yg diuraikan dalam fish bone diagram, pareto chart, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Aplikasi (&lt;i&gt;Application&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Analisis (&lt;i&gt;Analysis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Sintesis (&lt;i&gt;Synthesis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Evaluasi (&lt;i&gt;Evaluation&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Domain Afektif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=David_Krathwol&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="David Krathwol (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;David Krathwol&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Penerimaan (&lt;i&gt;Receiving/Attending&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tanggapan (&lt;i&gt;Responding&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Penghargaan (&lt;i&gt;Valuing&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Pengorganisasian (&lt;i&gt;Organization&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (&lt;i&gt;Characterization by a Value or Value Complex&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Domain Psikomotor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi" title="Persepsi"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Persepsi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Perception&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kesiapan (&lt;i&gt;Set&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Guided Response (Respon Terpimpin)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Mekanisme (&lt;i&gt;Mechanism&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Respon Tampak yang Kompleks (&lt;i&gt;Complex Overt Response&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Penyesuaian (&lt;i&gt;Adaptation&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Penciptaan (&lt;i&gt;Origination&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Rujukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Bloom, B. S. ed. et al. (1956). &lt;i&gt;Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1, Cognitive Domain&lt;/i&gt;. New York: David McKay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Gronlund, N. E. (1978). &lt;i&gt;Stating Objectives for Classroom Instruction 2nd ed&lt;/i&gt;. New York: Macmilan Publishing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Krathwohl, D. R. ed. et al. (1964), &lt;i&gt;Taxonomy of Educational Objectives: Handbook II, Affective Domain&lt;/i&gt;. New York: David McKay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-82715918610872654?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/82715918610872654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/taksonomi-bloom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/82715918610872654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/82715918610872654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/12/taksonomi-bloom.html' title='Taksonomi Bloom'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6117145855316794463</id><published>2010-11-26T08:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T08:14:35.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Shalat Subuh adalah Cahaya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0_pQOKTB-mQ/TGOu8qDDx0I/AAAAAAAAAD8/JxOraq4C4ZQ/s1600/ruku.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_0_pQOKTB-mQ/TGOu8qDDx0I/AAAAAAAAAD8/JxOraq4C4ZQ/s200/ruku.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;Cahaya merupakan simbol dari pencerahan spiritual. Ilmu adalah cahaya. Iman adalah cahaya. Bekas-bekas basuhan air wudhu di wajah adalah cahaya. Alquran adalah cahaya. Setiap amal saleh yang kita lakukan hakikatnya adalah cahaya. Sejatinya, cahaya spiritual akan membimbing serta menerangi kehidupan manusia, tidak hanya di dunia saja tapi juga sampai ke akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di sana, cahaya terang akan memancar dari wajah setiap hamba-hamba beriman yang senantiasa tunduk dan patuh kepada-Nya. Cahaya inilah yang akan membedakannya dari orang-orang kafir nan ingkar. Allah SWT berfirman, Pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): &lt;i&gt;Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak&lt;/i&gt; (QS Al Hadiid [57]: 12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pertanyaannya, apa kaitan shalat Subuh dengan cahaya? Di awal telah diungkapkan bahwa semua amal saleh hakikatnya adalah cahaya. Karena shalat Subuh adalah sebentuk amal saleh yang sangat bernilai, otomatis ia pun termasuk cahaya. Cahaya seperti apa? Dalam sebuah hadis dari Buraidah Al Aslami, Rasulullah SAW mengungkapkan, &lt;i&gt;Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid di waktu gelap (di pagi hari), dengan cahaya yang sempurna di akhirat kelak.&lt;/i&gt; (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sungguh mengagumkan hadis ini. Al Mubarakfuri memberi komentar, �gBahwa tubuh mereka akan diselimuti, dengan cahaya dari berbagai arah, saat mereka mengalami kesulitan berjalan di atas titian &lt;i&gt;shirath kelak&lt;/i&gt;. Simaklah kata-kata kunci di dalamnya, &lt;i&gt;kegelapan&lt;/i&gt; yang diikuti cahaya yang sempurna. Kegelapan yang diikuti cahaya terang, bukan cahaya remang-remang, namun cahaya yang kualitas terangnya begitu sempurna. Bagaimana terang benderangnya cahaya yang berada di tengah kegelapan? Semakin pekat kegelapan, semakin benderang pula cahaya yang melingkupinya. Pantas jika Rasulullah SAW mengungkapkan janji ini. Bukankah waktu Subuh, waktu sepertiga malam terakhir, waktu menjalang terbitnya fajar, adalah waktu yang paling gelap dari keseluruhan malam? Saat itu adalah saat terjadinya pertukaran antara malam dan siang. Bulan dan bintang sudah memasuki &lt;i&gt;peraduannya&lt;/i&gt; sedangkan matahari belum muncul ke permukaan. Saat itu adalah saat-saat di mana cahaya yang menerangi bumi mencapai intensitasnya yang terendah, hingga Bumi mencapai kegelapan yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dengan kasih sayang-Nya, Allah SWT memerintahkan kita untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah. Dalam kegelapan yang sempurna, Rasulullah SAW mengajak kita berjalan ke masjid memenuhi panggilan Ilahi yang terungkap lewat kumandang adzan. Ketika momen itu berlangsung, dalam setiap langkah kaki, Allah SWT akan menggugurkan satu dosa serta mengangkat kita satu derajat (HR Bukhari Muslim). Ketika itu pula, Allah SWT menaburkan cahaya-cahaya terang yang akan menerangi jiwa orang-orang yang memenuhi panggilannya. Tahukah Anda bahwa peristiwa itu terjadi setiap hari, di pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Karena tu, Rasulullah SAW mengajari kita sebuah doa, saat kita berjalan ke masjid di waktu malam dan pagi hari, &lt;i&gt;Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya. Di dalam ucapanku cahaya. Jadikanlah pada pendengaranku cahaya. Jadikanlah pada penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya dan jadikanlah aku cahaya&lt;/i&gt; (HR Muslim dan Abu Dawud).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar, adalah momen-momen yang sangat dahsyat. Seiring hadirnya cahaya-cahaya penerang jiwa, Allah SWT pun menaburkan aneka keberkahan di dalamnya. Betapa tidak, saat itulah para malaikat (yang juga makhluk cahaya) memberi &lt;i&gt;laporan harian&lt;/i&gt; kepada Tuhannya, perihal amal-amal yang dilakukan manusia. &lt;i&gt;Malaikat siang dan malaikat malam datang dan pergi kepada kalian pada waktu malam. Mereka berkumpul di waktu shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang hadir bersama kalian naik ke langit, dan Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka (walau Allah Maha Mengetahui segalanya), 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?'. Mereka menjawab, 'Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami pun mendatangi mereka ketika dalam keadaan shalat'.&lt;/i&gt; (HR Bukhari Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Siapa pun yang mampu meraih keberkahan ini, maka di akhirat kelak &lt;i&gt;kado istimewa&lt;/i&gt; sudah siap menunggunya. Apakah itu? &lt;i&gt;Perjumpaan dengan Allah, Dzat Yang Mahatinggi&lt;/i&gt;. Masuk surga itu adalah nikmat yang teramat besar. Namun, kenikmatan surga tiada artinya jika dibandingkan dengan menatap wajah Allah secara langsung. Itulah puncak dari segala puncak kenikmatan dan kebahagiaan. Rasul sendiri yang menjanjikan hal ini. Dari Jair bin Abdillah, diriwayatkan bahwa ia menceritakan, &lt;i&gt;Ketika kami tengah berada di sisi Nabi SAW, beliau memandang ke arah bulan purnama, lalu bersabda, 'Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini untuk melihat-Nya. Jika kalian sanggup untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya, maka lakukanlah'. Kemudian beliau membaca ayat ini: dan bertasbihlah memuji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya (QS Thaahaa [20]: 30).&lt;/i&gt; (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;Alasan dikhususkannya shalat Subuh dan Ashar, boleh jadi karena pada kedua waktu itu seseorang nyaman beristirahat. Waktu Subuh meneruskan istirahat malam, sedangkan Ashar adalah waktu beristirahat seusai melakukan berbagai kesibukan pekerjaan. Selain itu, siapa pun yang istikamah menjaga kedua shalat ini, biasanya mampu pula menjaga shalat fardu pada waktu-waktu lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6117145855316794463?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6117145855316794463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/11/shalat-subuh-adalah-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6117145855316794463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6117145855316794463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/11/shalat-subuh-adalah-cahaya.html' title='Shalat Subuh adalah Cahaya'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0_pQOKTB-mQ/TGOu8qDDx0I/AAAAAAAAAD8/JxOraq4C4ZQ/s72-c/ruku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-2441050793933465382</id><published>2010-04-19T12:21:00.000-07:00</published><updated>2010-12-16T22:29:56.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>PENGARUH ORANGTUA YANG SHALIH TERHADAP ANAK</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Traditional Arabic";	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	text-align:justify;	line-height:150%;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;PENGARUH ORANGTUA YANG SHALIH TERHADAP ANAK&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Kesalihan kedua orangtua merupakan teladan yang baik bagi anak, mempunyai pengaruh yang besar terhadap kejiwaan anak. Apabila kedua orangtua mempunyai kedisiplinan untuk bertakwa kepada Allah swt dan mengikutijalan Allah swt, dan juga terus ada kerja sama antara kedua orangtua untuk menunaikan hal tersebut, maka anak akan ikut tumbuh pula dalam ketaatan dan kepatuan kepada Allah swt karena mencontoh kedua orangtuanya. Inilah yang ditegaskan oleh ayat yang mulia, “Sebagian keturunan menyerupai turunannya.” (QS. Ali Imran: 34)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Keshalihan orangtua bisa memberika keuntungan bagi anak turunnya. Perhatikan kisah Sayyidina Khidir as. Ia membangun sebuah tembok atau benteng secara sukarela, tanpa mengambil upah dari pekerjaannya. Ketika Nabi Musa menanyakan kepadanya tentang alasannya, Khidir menjawab, “Karena kedua orangtuaku shalih”. Bahkan, para malaikatpun mendoakan anak-anak mereka,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“ Ya Tuhan Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(QS. Al-Mukmin: 8)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jika anak cucu bisa tumbuh dalam nuansa ketaatan kepada Allah swt dan menyeru kepada agamaNya, maka akan terjadi pertemuan di antara mereka kelak di surga yang kekal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; (QS Ath-Thur: 21)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Oleh karena itu, salah seorang shalih mengatakan, “Wahai anakku, sesungguhnya aku ini sering mendoakanmu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;At-Tastari juga membiasakan untuk mendoakan anaknya –yang sebenarnya masih berada di tulang sulbinya–&amp;nbsp; dengan cara memperbanyak amal shalih dengan harapan kiranya Allah swt mengkaruniakan anak yang shalih kepadanya. At-Tastari mengatakan, “Aku telah melakukan perjanjian dengan Allah swt ketika anakku masih berupa benih (dalam kandungan), bahwa aku akan memelihara anak-anakku sejak saat ini hingga Allah swt nanti mengeluarkannya ke dunia nyata.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Inilah bukti keseriusan Salafuddhalih dalam mendidik anak-anak mereka. Semoga Allah swt mengaruniakan kapada kita keturunan yang shalih. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Maha Pengabul.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Imam Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Al-I’tiqad dengan sanadnya dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun firman &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Allah swt: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An-Najm: 39)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Maka Allah swt selanjutnya menurunkan firma-Nya: ,...... &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, ......”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; (QS Ath-Thur: 21)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Yaitu dengan keimanan. Allah swt memsukkan anak-anak itu ke dalam surga disebabkan oleh keshalihan bapak-bapak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ibnu Syahin meriwayatkan, Haritsah bin Nu’man datang kepada Nabi. Ketika itu nabi sedang bercakap dengan seseorang. Haritsah duduk tanpa memberi salam. Jibril ketika itu bersama Nabi saw kemudian berkata: “Kalau saja ia memberi salam, tentu akan kami jawab.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Nabi bertanya pada jibril, “Apakah engkau mengenalnya?” Jibril menjawab “Ya, Saya kenal. Orang ini adalah salah satu di antara delapan puluh orang yang bersabar pada perang Hunain. Semoga Allah swt memberikan karunia kepada mereka dan juga memberikan karunia kepada anak-anak mereka berupa taman-taman disurga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sa’id bin Musayyib berkata, “Sesungguhnya aku sedang melakukan shalat, lalu aku ingat anakku sehingga aku tambah lagi shalatku.” Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Allah swt memelihara orang shalih hingga tujuh keturunannya. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah swt: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Sesungguhnya pelindungku ialahlah yang telah menurunkan Al kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(QS. Al-A’raf: 196)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;والله اعلم&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-2441050793933465382?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/2441050793933465382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/pengaruh-orangtua-yang-shalih-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2441050793933465382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2441050793933465382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/pengaruh-orangtua-yang-shalih-terhadap.html' title='PENGARUH ORANGTUA YANG SHALIH TERHADAP ANAK'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-7954455065596677306</id><published>2010-04-19T11:54:00.001-07:00</published><updated>2010-04-19T11:54:42.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Hadirkan Mereka Dalam Do'a</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Times New Roman Baltic","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footnote Text Char";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman Baltic","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}span.MsoFootnoteReference	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	vertical-align:super;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing	{mso-style-priority:1;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Times New Roman Baltic","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}span.FootnoteTextChar	{mso-style-name:"Footnote Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Footnote Text";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-family:"Times New Roman Baltic","serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Calibri;	mso-bidi-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;} /* Page Definitions */ @page	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fs;	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fcs;	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") es;	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") ecs;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:947809653;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1410888672 294037196 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;Hadirkan mereka (anak didik) dalam doa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pawiet.files.wordpress.com/2010/02/kartun_berdoa13.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://pawiet.files.wordpress.com/2010/02/kartun_berdoa13.jpg" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Guru adalah “orang tua kedua” bagi anak. Maka, hendaknya guru memang berusaha untuk itu. Maksudnya,&amp;nbsp; guru perlu melaksanakan hal-hal sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Salah satu contohnya adalah mendoakan anaknya secara rahasia, tiada yang tahu, termasuk anak yang didoakan. Guru bisa mendoakan murid setiap selesai shalat fardhu, shalat sunah, atau bahkan menhadirkan mereka di dalam doa-doa khusus yang dilaksanakan saat mengerjakan shalat malam. Ini sangat penting untuk memudahkan guru menuju keberhasilan proses pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Shalat malam adalah shalat yang paling utama setelah shalat fardhu. Rasululah saw mewajibkan diri beliau sendiri &amp;nbsp;senantiasa mengerjakan shalat malam. Di dalam shalat malam terdapat janji-janji Allah yang akan di berikan kepada sapa pun&amp;nbsp; yang melakaukannya. Salah satu janji Allah itu adalah &lt;i&gt;“qaulan saqila”&lt;/i&gt; perkataan yang berat dan berwibawa. Maksudnya, orang yang beristikhamah melakukan shalat malam bakal di anugerahi oleh Allah kemampuan verbal khusus, berupa tutur kata yang berbobot lagi penuh wibawa. Dengan “&lt;i&gt;qaulan saqila”&lt;/i&gt;, orang yang rajin shalat malam akan mudah “mempengaruhi” siapa saja yang diajaknya berbicara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Guru adalah orang yang dituntut memiliki wibawa dan pengaruh di hadapan siswa-siswanya. Tanpa wibawa, perkataan guru akan terdengar ringan bagai angin lalu saja. Maka, guru pun perlu melaksanakan shalat malam, bertilawah Al-Qur’an setelahnya, agar kemampuan lisan menjadi kuat. Allah swt memerintahkan amalan-amalan itu, sebagaimana disebut didalam Al-Qur’an:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Hai orang yang berselimut (Muhammad),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;{QS. Al-Muzzammil (73): 1-5}&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://shodiqielhafily.files.wordpress.com/2008/09/shalat-malam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://shodiqielhafily.files.wordpress.com/2008/09/shalat-malam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Jangan lupa pula, pada waktu malam pula Allah menjanjikan adanya waktu-waktu yang mustajabah, yakni saat tak ada lagi ada jarak antara manusia yang sedang berdoa dengan Allah swt sebagai Dzat pengabul doa (&lt;i&gt;mujiibus saa’iliin&lt;/i&gt;). Pada waktu itulah guru perlu menghadirkan para siswanya dalam shalat dan doa. Insya Allah, apa yang diharapkan guru akan terwujud, karena doanya diucapkan pada waktu mustajab.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Ada manfaat lain yang bisa di dapat guru dengan berdoa. Ketika di kelas sebeum pelajaran dimulai, guru bisamelibatkan anak-anak berdoa secara langsung. Melalui berdoa bersama ini, guru mengenalkan eksistensi Allah kepada anak, mengajari tentang nikmatnya bersyukur, sekaligus bisa juga menjadikan doa bersama itu sebagai media efektif untuk mengungkapkan cinta guru kepada siswa. Guru bisa merangkai sendiri doa yang akan dibaca bersama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Guru bisa membuat variasi doa sesuai tujuan yang berbeda-beda. Bila ingin mengenalkan kebesaran Allah, ajaklah anak-anak berdoa, misalnya seperti ini:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami sangat bersyukur atas segala yang engkau berikan kepada kami. Engkau beri kami mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, kaki yang bisa berjalan, tangan yang bisa menulis, meulut yang bisa berbicara, dan seluruh alam ini yang bisa diambil manfaatnya bagi kehidupan kami.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Ketika guru ingin mengajarkan sikap bersyukur sekaligus memberikan pengukuhan terhadap eksistensi para siswanya, guru bisa berdoa seperti ini:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami sangat bersyukur kepadaMu, karen aengkau telah memberikan kepada kami teman-teman yang saleh, teman2 yang manis dan lincah. Fathin, Tyas, Melly, Machfud, Basuki,... (sebutkan nama2 mereka, terutama yang ikut dalam doa bersama). Kami sangat mencintai mereka, ya Allah. Karena itu, kami memohon kepadamu , berilah mereka keberhasilan dalam hisup ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;Dengan begitu, guru telah melakukan dua kebaikan sekaligus. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, guru mendoakan murid dengan kebaikan. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, dalam waktu yang bersamaan, guru memberikan “pendidikan hati” kepada mereka. indah sekali bukan?&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Abdullah munir, spritual teaching: agar guru senantiasa mencintai pekerjaan dan anak didiknya, yogyakarta: Pustaka Isani Madani, 2006. hal.70-73&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-7954455065596677306?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/7954455065596677306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/hadirkan-mereka-dalam-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7954455065596677306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7954455065596677306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/hadirkan-mereka-dalam-doa.html' title='Hadirkan Mereka Dalam Do&apos;a'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-7739259703024529912</id><published>2010-04-18T12:12:00.001-07:00</published><updated>2010-04-18T12:12:56.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>MEMILIH WANITA SHALIHAH SEBAGAI ORANG TUA ANAK</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMB9AD%7E1.LUK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Traditional Arabic";	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;}@font-face	{font-family:HQPB4;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:HQPB1;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:HQPB5;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:HQPB2;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"\(normal text\)";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face	{font-family:HQPB3;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footnote Text Char";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}span.MsoFootnoteReference	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	vertical-align:super;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	line-height:150%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-fareast-language:EN-US;}span.FootnoteTextChar	{mso-style-name:"Footnote Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Footnote Text";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Traditional Arabic";	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	text-align:justify;	line-height:150%;} /* Page Definitions */ @page	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fs;	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fcs;	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") es;	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/MB9AD~1.LUK/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") ecs;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1355762724;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1724411516 540185488 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:54.0pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l1	{mso-list-id:1952004809;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-835142266 19679320 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l1:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:54.0pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;MEMILIH WANITA SHALIHAH SEBAGAI ORANG TUA ANAK&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Salah satu faktor terpenting yang membantu dalam mendidik anaknya adalah istri shalihah. Yaitu wanita yang dapat memahami serta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai seorang istri. Hal ini harus dipahami betul oleh setiap penyeru islam. Upaya pertama yang harus menjadi fokus adalah rumah, kemudian istri yang kemudian menjadi ibu, lalu anak-anak dan keluarga secara umum. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius memilih wanita muslimah untuk membangun rumah tangga muslim. Orang yang hendak membangun keluarga muslim terlebih dahulu haruslah mencari istri yang muslimah.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Wanita terbaik yang bisa dinikahi adalah wanita yang beragama, berkarakter shalihah, bertaqwa beriman&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan bertaubat kepada Allah swt. Wanita yang semacam ini akan dapat menyenangkan hati, bisa dipercaya untuk menjaga diri dan menjaga harta suaminya serta mampu mendidik anak-anaknya. Disamping dapat menyuapi dan memberi minum anak-anaknya, istri juga dapat memberikan santapan iman dan memberikan minuman dengan prinsip-prinsip terbaik. Ia akan memperdengarkan kepada anak-anaknya untaian dzikir dan shalawat kepada nabi-Nya yang akan menanamkan ketakwaan pada dada mereka serta semakin menguatkan kecintaan mereka kepada islam. Seorang anak akan tumbuh menurut apa yang diberikan padanya (didikannya). Sifat dari kedua orang tuanya akan menurun kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Terdapat petunjuk nabi akan hal itu, yaitu dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Adiy dan Ibnu Asakir dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;إِخْتاَرُوْا لِنُتْفِكُمْ اَلْمَوَاضِعَ الصَّالِحَةَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;“Pilihlah tempat-tempat yang baik untuk menyemaikan nutfah kalian”&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Diantara hak suami adalah mencari wanita yang cerdas dan pandai untuk dijadikan sebagai istri. Karena hal ini akan membantu dalam mengurus rumah dan dalam mendidik anak-anaknya dengan baik. Wanita juga punya hak untuk belajar berbagai bidang ilmu dengan cara yang sesuai dengan tabiat kesempurnaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Bahkan Al-Mawardi menganggap bahwa memilih istri merupakan hak anak atas ayahya dengan mengutip pendapat Umar bin Khattab yang mengatakan bahwa: &lt;i&gt;“Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak baik, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan”&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Kriteria suami dan istri yang ideal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Salah satu unsur penting pembentuk rumah tangga islami adalah suami. Allah swt telah memberikan posisi &lt;i&gt;qawwam&lt;/i&gt; (kepemimpinan) kepadanya, karena beberapa kelebihan yang diberikan, firman Allah swt:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: normal; margin: 0cm 40.2pt 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: HQPB4; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 40.2pt 0.0001pt 35.45pt; text-indent: 0.55pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka...”&lt;/i&gt; (QS. An-Nisa: 34)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lantaran posisi kepemimpinan ini, maka ia wajib memberika keteladanan yang baik bagi seluruh anggota keluarga. Ia harus memulai pembinaan bagi dirinya sendiri, sebelum melakukan dan memerintahkan kepada yang lain. Hendaknya para suami takut akan peringatan Allah swt: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;QS. Ash-Shaf: 3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Syaikh Muhammad Utsman Al-Khusyt menyebutkan beberapa karakter suami ideal, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang sengaja sejak awal telah menunjukkan kejujuran dan sikap terus terang. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki tidak disembunyikan sejak melamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang menggauli istrinya dengan baik, lembut, memuliakan, dan menerima kelebihan maupun kekurangan keluarga istrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang mampu menghibur dan bersikap lembut terhadap istri. Ia berkata dengan bahasa yang menarik, mau mengerti dan mendengar perkataan istri jika memang pendapatnya logis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang tidak terlalu pencemburu, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata-matai, dan tidak berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang memberikan belanja yang cukup kepada istri, tidak boros, dan tidak pula bakhil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang selalu tampil di muka istrinya dengan rapi dan meyakinkan. Ia selalu menjaga penampilan dan kebersihannya, sehingga yang tercium darinya hanyalah bau harum semerbak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang senantiasa menjaga rahasia rumah tangga. Hal ini mencegah orang-orang sekitarnya menggunjing keluarga mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Suami yang senantiasa menjaga kejantanannya, baik secara fisik maupun psikis, sehingga memancarkan kewibawaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri adalah &lt;i&gt;rabbatul bait &lt;/i&gt;(Pembina rumah tangga). Pembina bagi istri amat diperlukan untuk menjaga sosok ideal yang layak diteladani. Bagi para ibu inilah, banyak beban ditanggungkan, sehingga digambarkan surga terletak di bawah telapak kakinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Syaikh Muhammad saw Utsman Al-Khusyt juga memberikan beberapa kriteria istri teladan, agar dijadikan acuan bagi para istri. Menurut beliau, karakter istri teladan antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang senantiasa memperhatikan kebersihan, baik dirinya sendiri, suami, anak-anak, maupun tempat tinggalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang senantiasa taat kepada suami, selama suami tidak dalam kemaksiatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang mendidik sendiri anak-anak mereka, tidak menyerahkan kepada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang merasa cukup bahagia dengan pemberian suaminya. Tidak menuntut suami untuk melakukan hal-hal yang dilaur batas kemampuannya. Ia harus pandai mengatur kebutuhna rumah tangga, sehingga apa yang diberikan suami bisa cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang berakhlak mulia dan selalu tampil di setiap kesempatan dalam keadaan baik. Perkataan dan pembicaraannya senantiasa menyenangkan suami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang selalu menjaga perasaan suami, serta merasa selalu senasib dan sepenanggungan. Untuk tujuan ini, istri bahkan diperkenankan berlaku tidak jujur, selama hal itu dilakukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan memperkuat ikatan cinta dalam keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Istri yang selalu berterima kasih dengan apa yang dilakukan suami, sehingga hal ini mendorong suami untuk berbuat lebih baik lagi bagi keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Lihat QS An-Nur (24)&amp;nbsp; ayat: 31 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: HQPB2; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;Artinya: “&lt;i&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Suwaid, Muhammad, &lt;i&gt;Mendidik Anak bersama Nabi saw&lt;/i&gt;, penerjemah Salafudin Abu Sayyid, Solo: Pustaka Arafah, 2003. Hal. 24-30&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-7739259703024529912?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/7739259703024529912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/memilih-wanita-shalihah-sebagai-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7739259703024529912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7739259703024529912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/memilih-wanita-shalihah-sebagai-orang.html' title='MEMILIH WANITA SHALIHAH SEBAGAI ORANG TUA ANAK'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6908950840385549785</id><published>2010-04-04T19:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T19:15:30.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Kedahsyatan Sedekah</title><content type='html'>Sitab Riyadus Sholihin&lt;br /&gt;bab shodaqoh&lt;br /&gt;Kedahsyatan Sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah adalah suatu perbuatan yang terpuji, mempunyai dua sisi kebaikan yaitu kebaikan bagi penerima dan kebaikan bagi pemberi. Kebaikan bagi pemberi dapat berlipat tanda pahalanya. Ada satu hal yang menarik untuk disimak yaitu tentang kedahsyatan sedekah. Mari kita perhatikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh TURMUDZI dan AHMAD sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/11/show_image_npadvsinglephoto-php.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/11/show_image_npadvsinglephoto-php.jpeg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;”Tatkala Allah SWT. Menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah SWT. Pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? ”Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?” Allah SWT. menjawab, Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, ”Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. yang Maha Suci menjawab, ”Ada, yaitu api”.&lt;br /&gt;”Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?” tanya Malaikat.&lt;br /&gt;Allah SWT. yang Maha Agung menjawab,”Ada, yaitu air. ”Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada air?” Kembali bertanya para Malaikat. Allah SWT. yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, ”Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).&lt;br /&gt;Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, ”Ya Allah SWT. adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?” Allah SWt. yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, ”Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah SWT. berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah tidak harus dikaitkan dengan banyak harta (kaya), ada jalan untuk sedekah bagi orang miskin yaitu: menebar senyum, menebar salam, sholat 2 roka’at saat matahari naik sepenggalan atau dikenal sholat Dhuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup mari kita sama-sama tingkatkan kualitas dan kuantitas sedekah kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6908950840385549785?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6908950840385549785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/kedahsyatan-sedekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6908950840385549785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6908950840385549785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/04/kedahsyatan-sedekah.html' title='Kedahsyatan Sedekah'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-6139767763525423256</id><published>2010-03-29T07:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T08:03:27.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Karakteristik guru inspiratif</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Garamond;	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"DecoType Naskh";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footnote Text Char";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}span.MsoFootnoteReference	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	vertical-align:super;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}span.FootnoteTextChar	{mso-style-name:"Footnote Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Footnote Text";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"DecoType Naskh";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-ascii-font-family:Garamond;	mso-hansi-font-family:Garamond;	mso-bidi-font-family:Garamond;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	text-align:justify;} /* Page Definitions */ @page	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/EL-FAT~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fs;	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/EL-FAT~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fcs;	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/EL-FAT~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") es;	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/EL-FAT~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") ecs;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:99.25pt 72.0pt 72.0pt 99.25pt;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:865486500;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1560238414 567316612 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:54.0pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l1	{mso-list-id:1478372461;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1758730434 -833743360 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l1:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:54.0pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Guru ispiratif akan selalu memberikan perspektik pencerahan kepada para siswanya. Mereka tidak sekedar mengajar sebagai kewajiban, tetapi juga senantiasa dan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan potensi, wawasan, cara pandang, dan orientasi hidup siswa-siswanya. Sebab kesuksesan mengajar tidak hanya diukur secara kuantitatif dari evaluasi dari angka-angka yang diperolah dalam evaluasi, tetapi juga pada bagaimana para siswanya menjalani kehidupan selanjutnya setelah mereka menyelesaikan masa-masa studinya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Kriteria guru ispiratif memang belum terumuskan secara jelas. Berdasarkan ada beberapa kriteria yang menjadi karakteristik guru inspiratif antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;terus belajar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Belajar merupakan hal yang harus dilakukan oleh seorang guru inspiratif. Perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tantangan bagi guru untuk terus mengikutinya. Akses menambah ilmu sekarang semakin terbuka, sumber pengetahuan sekarang tidak hanya dari buku, melainkan beraneka ragam sumber belajar yang dapat diakses.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Salah satu cara untuk meraih ilmu sebanyak-banyaknya adalah dengan belajar secara konstruktif. Dalam konsep belajar mengajar, biasanya hal ini disebut sebagai pendidikan berbasis konstruktivisme. Dalam sorotan konstruktivisme, ilmu tidak dapat ditransfer secara satu arah. Seorang guru dapat dikatakan memiliki ilmu apabila ilmu itu dapat memberika sesuatu kepada orang yang memberi ilmu tersebut berupa “makna”. Makna disini dapat diartikan sebagai sebuah proses yang menjadikan seseorang merasakan adanya perubahan didalam diri terdalam yang sangat mengesankan. Setidaknya makna itu membanggakan, membahagiakan, dan meneguhkan bahwa dirinya berkembang kearah yang lebih baik karena memperolah sesuatu.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Seorang guru inspiratif yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu akan senantiasa menarik minat para siswanya untuk mengikuti jejaknya dalam belajar.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Belajar terus mnerus bagi seorang guru akan menjadikan mengajar senantiasa menarik. Semangat belajar ini akan senantiasa siap mengajar. “guru yang baik jika mengajar sudah harus hafal materi yang akan diajarkan dan dikembangkannya secara kreatif dan inovatif”. Hal ini hanya bisa diperoleh jika seorang guru memiliki semangat belajar yang tinggi. Kata pakar kreativitas Teresa Amabile, semangat adalah tenaga yang membakar hasrat mencipta. Semangat menambah pengetahuan harus terus dipupuk, agar seorang guru mampu mewujudkan dirinya sebagai seorang guru inspiratif.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Figur guru yang haus akan ilmu pengetahuan ini bisa kita temukan pada guru dari kalangan pesantren. Para guru yang haus aka ilmu pengetahuan ini biasanya akan berusaha semaksimal mungkin dan berusaha memanfaatkan segenap potensi yang ada untuk belajar. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Implikasi dari usaha yang giat untuk menambah wawasan dan pengetahuan ini adalah tumbuhnya kepercayaan dalam diri siswa yang semakin besar terhadap guru. Selain itu juga akan semakin meningkatkan &lt;i&gt;respect&lt;/i&gt; mereka terhadap gurunya. Kepercayaan dan &lt;i&gt;respect&lt;/i&gt; ini akan semakin meningkat manakala para siswa menyaksikan bahwa gurunya memang memiliki wawasan dan pengetahuan yang mendalam. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana gurunya masih saja tekun dan giat untuk belajar. Hal inilah yang dapat membangkitkan spirit inspiratif bagi siswa. “Jika gurunya saja masih terus giat dan tekun belajar, tentu saja siwa juga akan menirunya, begitu juga sebaliknya”.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Implikasi lain dari tumbuhnya kepercayaan dan &lt;i&gt;respect &lt;/i&gt;siswa terhadap gurunya adalah timbulnya kedekatan, keintiman dan ikatan relasi guru siswa dengan harmonis. Jika ditelaah, pola relasi ini selaras dengan sistem &lt;i&gt;humanistic education&lt;/i&gt; dan pendidikan berbasis kompetensi (&lt;i&gt;education based competency&lt;/i&gt;) yang menekankan kepada perkembangan martabat manusia yang bebas membuat pilihan yang berkeyakinan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam sistem ini, pengembangan ranah rasa merupakan hal penting dan perlu diintegrasikan dengan proses belajar pada aspek pengembangan ranah cipta. Perbedaan yang menonjol dalam pendidikan humanistik adalah peranan guru yang lebih banyak menjadi pembimbing&amp;nbsp; daripada pemberi ilmu pengetahuankepada para siswanya. Selain itu, sistem pendidikan humanistik juga menitik beratkan pada upaya membantu para siswa agar dapat mencapai perwujudan dirinya (&lt;i&gt;self-realization&lt;/i&gt;) yang sesuai dengan kemampuan dasar dan kekhususan yang ada pada dirinya (Muhibbin Syah, 2004).&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua, Kompeten.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kata kompeten sekarang ini menjadi kata kunci penting dalam konsep pendidikan. Kompetensi menjadi standar yang harus dicapai oleh gurudan siswa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Finch &amp;amp; Crunkilton mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Sementara McAhsan mengartikan kompetensi: &lt;i&gt;“... is knonledge, skills and abilities or capabilities that a person achives, which become part of this or her being to the action he or she can satifactorily perform particular cognitive, affective and psychomotor behavior.”&lt;/i&gt; (E. Mulyasa, 2005).&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Bagi seorang guru inspiratif, setidaknya ada tiga jenis kompetensi yang harus dimilikinya, yaitu kompetensi profesional, kompetensi personal dan kopmpetensi sosial.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga, Ikhlas.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ikhlas menjadi konsep yang memperoleh perhatian yang luas dari kalangan ulama, karena sedemikian pentingnya peranan ikhlas dalam setiap aktivitas hidup seorang muslim. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Ar Raghib menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ikhlas adalah menyingkirkan segala sesuatu selain Allah swt. Sedangkan menurut al-Qusyairi, ikhlas adalah memurnikan perbuatan dari pamrih apapun dari makhluk. Sementara Izzudin ibn Abdussalam menyatakan bahwa ikhlas adalah melakukan ketaatan karena dan demi Allah swt semata. Ulama lain, Harits al-Muhasibi menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ikhlas adalah mengenyahkan makhluk dari hubungan antara seseorang dengan Tuhan. Dan menurut Sahl ibn Abdullah menjelaskan bahwa ikhlas adalah menjadikan seluruh gerak dan diam hanya untuk Allah swt. Secara mendasar, tidakada perbedaan yang mencolomk dari definisi ikhlas diatas, semua definisi tersebut mengarah pada upaya untuk memurnikan maksud dan tujuan kepada Allah swt semata.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Bagi guru yang mengajar dengan landasan ikhlas, mengajar merupakan sebuah tugas yang dijalankan dengan penuh kekusyukan. Tidak ada pamrih apa pun dari tugasnya sebagai pendidik, selain tujuan untuk memberikan ilm,u yang bermanfaat kepada siswanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Seorang guru yang mengajar dengan ikhlasakan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan siswanya. Pengaruh ini kadang tidak bisa diukur secara empiris-matematis sesaat saja, tetapi dalam jangka waktu yang panjang, siswa akan merasakan manfaat dari pembelajaran yang diberikan oleh gurunya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keempat, spiritualis.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Aspek spiritualis menjadi aspek penting yang mempengaruhi sisi inspiratif atau tidaknya seorang guru. Bagi seorang guru, khususnya guru PAI, aspek spiritualitas merupakan aspek yang harus dimiliki yang membedakannya dengan guru bidang studi lainnya. Guru agama bukan sekedar penyampai materi, akan tetapi ia juga sebagai sumber inspirasi sipitual dan sekaligus sebagai pembimbing sehingga terjalin hubungan pribadi antara guru dengan anak didik yang cukup dekat dan mampu melahirkan keterpaduan bimbingan rohani dan akhlak dengan materi pelajarnnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam hal ini, mutu pencapaian pendidikan agama perlu diorientasikan kepada:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tercapainya sasaran kualitas pribadi,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Integritas pendidikan agama dengan keseluruhan proses maupun institusi pendidikan yang lain,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tercapainya internalisasi nilai dan norma keagamaan yang fungsional secara moral untuk mengembangkan keseluruhan sistem sosial budaya,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Penyadaran pribadi akan tuntutan hari depannya dan transformasi sosial budaya yang terus berlangsung,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Pembentukan wawasan intelektual disamping penyerapan ajara secara aktif.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam ajaran islam, seorang pendidik yang baik harus memiliki spiritualitas yang mendalam. Spiritualitas lebih berkaitan dengan kedekatan dan penghayatan seorang hamba kepada Allah swt. Hal ini dibuktikan dengan perilaku dan kegiatan sehari-harinya yang dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Apapun yang dilalukan oleh seorang guru, terutama mengajar, harus dilandasi dengan semangat dan nilai keagamaan secara mendalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam proses pembelajaran, ada beberapa aspek penting yang bernilai spiritualitas yang harus dipertimbangkan oleh seorang guru. &lt;i&gt;Pertama, niat&lt;/i&gt;. Niat menjadi titik tolak semua kegiatan. &lt;i&gt;Kedua, doa&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Ketiga, ikhlas dalam menjalankan tugasnya&lt;/i&gt;. Dengan keikhlasan, mengajar akan terasa ringan, nikmat, penuh penghayatan dan tidak terbebani oleh aspek-aspek lain.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima, Totalitas.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Totalitas merupakan penghayatan&amp;nbsp; dan implementasi profesi yang dilaksanakan secara utuh. Dalam kaitannya dengan totalitas, menarik untuk merenungi pernyataan Win Wenger, &lt;i&gt;“Apa pun bidang yang sedang anda pelajari, tenggelamkan diri anda kedalamnya. Bangunlah hubungan syaraf indrawi (neuron-sensori) dengannya sebanyak mungkin indra dan imajinasi anda”&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Sebagai seorang guru, totalitas bermakna menekuni profesi guru dalam segenap kegiatannya. Profesi guru dikatakan totalitas apabila telah mendarah daging dan sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu indikator guru inspiratif adalah ditandai dengan totalitas dirinya sebagai seorang guru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keenam, Motivator &amp;amp; Kreatif.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Banyak guru yang mengajar tidak menemukan motivasi dalam diri siswanya. Kita dapat belajar tentang motivasi ini dari Ira Shor dan Paulo Faire. Dalam buku yang berbentuk dialog, Ira mengatakan bahwa ketika memulai suatu pelajaran, ia tidak menemukan adanya motivasi dalam diri siswanya. Oleh karena itu, ia kemudia mencoba menggamabarkan profil motivasi pengetahuan, serta keterampilan kognitif yang sudah mereka miliki. Ia berhasil menemukan hal ini karena berhasil mengamati dengan cermat apa yang siswa tulis, katakan dan lakukan. Namun demikian, untuk keberhasilan tersebut, ia membangun atmosfer sehingga siswa setuju untuk berbicara, menulis, dan melakukan apa yang mereka inginkan. Untuk mendorong agar para siswamau berbicara, guru harus menahan diri untuk tidak banyak berbicara. Berikan kesempatan kepada para siswa untuk lebih banyak mengungkapkan segala hal yang ada dalam pikirannya. Dengan begitu, ia menemukan banyak siswa yang serius berdialog dan sama aktifnya dengan guru. Hal ini yang kemudia menjadi titik tolak bagi pendidikan mereka dalam kelas, dan juga sebagai titik tolak bagi pendidikan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Motivas dalam diri siswa akan terbangun manakala siswa memiliki ketertarikan terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Hubungan emosional ini penting untuk membangkitkan motivasi siswa. Motivasi ini akan sulit dibangun manakala dalam diri siswa tidak terdapat ketertarikan sama sekali terhadap guru. Apa saja yang disampaikan guru akan menjadi angin lalu saja. Sekuat apapun motivasi yang ditanamkan, tetap tidak akan mengena.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Kunci untuk membangun dan memupuk kreativitas terletak ditangan seorang guru. Kreativitas muncul karena beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor external. Diantara faktor-faktor internal yang mempengaruhi kreativitas terdiri atas aspek kognitif dan aspek kepribadian. Faktor kognitif terdiri dari kecerdasan (inteligensi) dan pemerkayaan bahan berfikir, berupa pengalaman dan keterampilan, sedangkan faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan asertif&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Selain faktor diatas, spiritualitas juga mempengaruhi terhadap kreativitas. Sebagaimana diungkapkan oleh Osman Bakar, misalnya, bahwa keimanan pada wahyu Al-Qur'an dapat menyingkapkan semua kemungkinan yang terdapat pada akal manusia. Ketundukan akal pada wahyu membuat akal mampu mengaktualisasikan segala kemungkina poteni-potensi manusia. Dalam hal ini, sangat relevan dengan apa yang dinyatakan Ibnu Sina, bahwa penerimaan ide-ide yang lebih tinggi hanya mungkin bila fikiran dicerahkan oleh akal aktif. Agar bisa tercerahkan, akal mesti disinari oleh cahaya iman, dan disentuh oleh keberkatan yang tumbuh dari wahyu (Osman Bakar, 1995)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Sedangkan faktor ekternal yang sangat mempengaruhi kreativitas adalah lingkungan. Lingkungan yang tidak mendukung upaya mengekpresikan potensi dan kebebasan individu bisa mengurangi daya kreativitas itu, bahkan untuk jangka waktu yang lama akan membunuhnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Kreativitas, dalam pembelajaran peran kreativitas seorang guru inpsiratif sangatlah penting untuk menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik. Seorang guru yang kreatif, profesional, daqn menyenangkan haruslah dapat memposisikan diri sebagai:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Orang tua yang penuh kasing sayang pada peserta didiknya,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Teman mengadu dan mengutarakan perasaan bagi peserta didik,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Memberikan sumbangan pemikiran pada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saranpemecahannya,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan (bersilaturahmi) dengan orang lain secara wajar,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antara peserta didik, orang lain dan lingkungannya,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Mengembangkan kreativitas, dan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Menjadi pembantu ketika diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Ada tiga kunci untuk dapat menjadi seorang guru kreatif ada 3, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Pertama, berusaha mensugesti diri sendiri bahwa kita mempunyai potensi untuk kreatif. Dalam hal ini, Martin Seligman berpendapat &lt;i&gt;“happines is chois”.&lt;/i&gt; Artinya kita harus dapat mengontrol emosi (menciptakan emosi positif) dan kelihatan bahagia dalam keadaan bagaimapun, kapanpun dan dimanapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Kedua, merujuk pernyataan Aris Toteles, “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang”. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Howard Gardner tentang keunggulan empat sosok (Mozart, Sigmund Freud, Gandhi, dan Virginia Wolf), yang salah satu yang dapat membuat mereka unggul adalah karena mereka melakukan suatu kegiatan yang ditekuninya secara berulang-ulang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Ketiga, kegiatan membaca dan menuliskan hal-hal sederhana. Hal ini dapat dilakukan dengan menuliskan (“mengikat makna”) hal-hal penting / yang disenangi seusai membaca buku. “Mengikat makna” (memadukan kegiatan membaca dan menulis secara bersama) adalah suatu kunci yang dapat membuat kita menjadi kreatif.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketujuh, Pendorong perubahan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Guru inspiratif akan meinggalkan pengaruh kuat dalam diri para siswanya. Mereka akan terus dikenang, menimbulkan spirit dan energi perubahan yang besar, dan menjadikan kehidupan para siswanya senantiasa bergerak menuju kearah yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Guru semacam inilah yang banyak melhirkan tokoh besar. Mereka mungkin sampai sekarang tetap berada di tempatnya tinggal, tetap dengan kesederhanaannya, dan tetap menularkan virus inspiraif kepada para siswanya yang terus datang silih berganti, sementara para siswa yang terinjeksi spirit hidupnya telah berubah menjadi seorang yang memiliki capaian besar dalam hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Banyak tokoh yang terinspirasi oleh para gurunya, antara lain &lt;b&gt;Lies Marcoes Natsir&lt;/b&gt; (seorang aktivis perempuan yang terinspirasi oleh gurunya, Pak Thoha seorang guru sastra yang menanamkan cinta membaca), &lt;b&gt;Yohanes Surya&lt;/b&gt;, seorang profesor muda ahli fisika, &lt;b&gt;Ahmad Baso&lt;/b&gt; seorang intelektual muda NU yang terinspirasi oleh gurunya sewaktu mondok di Pesantren An-Nahdlah Ujung Pandang, &lt;b&gt;Prof. Dr. Emil Salim&lt;/b&gt; yang terinspirasi oleh gurunya (Mender de Jong) sewaktu ia duduk di kelas 5 &lt;i&gt;Europesche Lagere Scholl&lt;/i&gt; (ELS: Sekolah Dasar Belanda), dan masih banyak yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedelapan, Disiplin.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;*Dikutip dari buku karya&lt;span lang="EN-US"&gt; Ngainun Naim, &lt;i&gt;Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa&lt;/i&gt;, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;Naim, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ngainun, &lt;i&gt;Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa&lt;/i&gt;, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009. &lt;/span&gt;Hal. 95&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 97&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 99&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 104&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 107&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 109&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 109&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 122&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn9"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 126&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn10"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 127&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn11"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Asertivitas adalah suatu sikap yang bercirikan kepercayaan diri, kebebasan berekspresi secara jujur, tegas dan terbuka, dan berani bertanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn12"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 134&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn13"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 114&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn14"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1924663064170399082#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid, Hal. 165&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-6139767763525423256?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/6139767763525423256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/karakteristik-guru-inspiratif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6139767763525423256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/6139767763525423256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/karakteristik-guru-inspiratif.html' title='Karakteristik guru inspiratif'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-5469732806613293352</id><published>2010-03-26T20:01:00.001-07:00</published><updated>2010-03-26T20:01:39.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Shalat Qashar dan Jama’</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://faridwajdiarsya.files.wordpress.com/2009/07/shalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://faridwajdiarsya.files.wordpress.com/2009/07/shalat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Garamond;	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"DecoType Naskh";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-ascii-font-family:Garamond;	mso-hansi-font-family:Garamond;	mso-bidi-font-family:Garamond;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	text-align:justify;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:99.25pt 72.0pt 72.0pt 99.25pt;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:686710196;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1492083116 -1271615266 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l1	{mso-list-id:777800087;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:70313444 -460023066 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l1:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l2	{mso-list-id:1059477614;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1385605712 -1367731162 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l3	{mso-list-id:1084690867;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-959697228 -1408828546 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l3:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l4	{mso-list-id:1148746143;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-217418042 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l4:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l5	{mso-list-id:1733113562;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:94372982 -527244364 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l5:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Shalat Qashar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-indent: 35.45pt;"&gt;Bagi orang yang dalam perjalanan bepergian, diperbolehkan menyingkat shalat wajib yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat dengan syarat sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Jarak perjalanan sekurang-kurangnya dua hari perjalanan kaki atau dua marhalah (16 farsah/138 km)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Bepergian bukan untuk maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat yang oleh diqashar hanya shalat yang empat rakaat saja dan bukan qadha.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Niat mengqashar pada waktu takbiratul ikhram.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tidak makmum kepada orang yang bukan musafir.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-indent: 35.45pt;"&gt;Menurut Abd. Rahman Al-Jazairi dalam Kitabul Fiqih ‘alal Madzhahibil araba’ah. Dinyatakan 16 farsah=16 km.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_388455108"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_388455109"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Shalat Jama’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Shalat jama’ ialah shalat yang dikumpulkan, misalnya zhuhur dengan ashar, maghrib dengan isya didalam satu waktu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Cara melaksanakan shalat jama’ itu ada dua macam:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Jika shalat zhuhur dengan shalat ashar dikerjakan pada waktu zhuhur atau maghrib dengan isya dikerjakan pada waktu maghrib, maka jama’ semacam itu disebut jama’ taqdim.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Jika dilakukan sebaliknya disebut jama’ takhir.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;Syarat jama’ takdim:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Dikerjakan dengan tertib, yakni dengan shalat yang pertama misalnya zhuhur dahulu, kemudian ashar dan maghrib dahulu kemudian isya’.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Niat jama’ dilakukan pada shalat pertama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Berurutan antara keduanya; yakni tidak boleh disela dengan shalat sunah atau perbuatan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;Syarat jama’ takhir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Niat jama; takhir dilakukan pada shalat yang pertama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu yang kedua.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Jama’ dan Qashar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Musafir yang memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan diatas boleh mengerjakan shalat shalat jama’ dan qashar sekaligus, yaitu mengumpulkan shalat dan memendekkaknnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Lafadz niat shalat qashar dengan jama’:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat zhuhur jama’ taqdim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَيْهِ الْعَصْرُ اَدَاءً للهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu zhuhur dua rakaat qashar&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;,&lt;/span&gt; dengan jama’ sama ashar karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat ashar jama’ taqdim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَى الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ashar&lt;/span&gt; dua rakaat qashar d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;n jama’ sama &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;zhuhur&lt;/span&gt; karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat zhuhur jama’ ta’hir&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَى الْعَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu zhuhur dua rakaat qashar d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;n jama’ sama ashar karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat ashar jama’ ta’hir&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَيْهِ الظُّهْرُ اَدَاءً للهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ashar&lt;/span&gt; dua rakaat qashar d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;n jama’ sama &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;zhuhur&lt;/span&gt; karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat maghrib jama’ taqdim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعاً اِلَيْهِ الْعِشَاءُ اَدَاءً ِللهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu maghrib tiga raka’at jama’ sama isya karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat isya’ jama’ taqdim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَى الْمَغْرِبِ اَدَاءً ِللهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu isya’ dua rakaat qashar d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;n jama’ sama maghrib karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat maghrib jama’ ta’hir&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعاً اِلَى الْعِشَاءِ اَدَاءً ِللهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu maghrib tiga raka’at jama’ sama isya karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Shalat isya’ jama’ ta’hir&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;DecoType Naskh&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعاً اِلَيْهِ الْمَغْرِبُ اَدَاءً ِللهِ تَعاَلى. اللهُ اَكْبَرُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Aku niat shalat fardhu isya’ dua rakaat qashar d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;n jama’ sama maghrib karena Allah swt.” Allahu akbar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-5469732806613293352?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/5469732806613293352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/shalat-qashar-dan-jama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5469732806613293352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5469732806613293352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/shalat-qashar-dan-jama.html' title='Shalat Qashar dan Jama’'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-5031188351832293787</id><published>2010-03-26T19:35:00.001-07:00</published><updated>2010-03-26T19:40:51.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kompetensi Guru Inspiratif</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEL-FAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Garamond;	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"DecoType Naskh";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:16.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"DecoType Naskh";	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-ascii-font-family:Garamond;	mso-hansi-font-family:Garamond;	mso-bidi-font-family:Garamond;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	text-align:justify;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:99.25pt 72.0pt 72.0pt 99.25pt;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:255872523;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1761284394 -1311465820 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:53.45pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bagi seorang gur&lt;/span&gt;u&lt;span lang="EN-US"&gt; inspiratif, setidaknya memiliki tiga jenis kompetensi, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, kompetensi professional. Kata professional berasal dari kata sifat yang berarti pencarian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, ilmuwan, dokter, hakim dsb. Pekerjaan professional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang khusus dipersiapkan &lt;/span&gt;untuk pekerjaan itu dan bukan pekerjan yang harus dilakukan oleh mereka yang karena tidak mendapat pekerjaan lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Menururt WJS Poerwadarminta, kata profesional memiliki beberapa arti, yaitu: bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, dan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Dari pengertian tersebut dapat dirumuskan bahwa seorang guru profesional adalah orang yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang berkaitan langsung dengan keterampilan mengajar, penguasaaan materi pelajaran dan penguasaan penggunaan metodologi pengajaran, serta kemampuan menyelenggarakan administrasi sekolah. Hal ini merupakan keahlian khusus yang hanya dimiliki oleh guru profesional yang telah menempuh pendidikan khusus keguruan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, kompetensi personal. Ompetensi personal disebut juga kompetensi kepribadian. Kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur psikis dan fisik. Dalam makna yang demikian, maka seluruh sikap dan perbuatan seseorang merupakan suatu gambaran dari kepribadian orang itu. Kepribadian sesungguhnya bersifat abstrak (ma’nawi) yang sukar untuk dilihat atau diketahui secara nyata. Apa yang dapat diketahui adalah penampilan, atau bekasnya dalam segi dan aspek kehidupan. Misalnya, tindakan, ucapan, cara bergaul, berpakaian, dan dalam menghadapi setiap persoalan atau masalah, baik ringan atau berat. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibanding profesi lainnya. Ungkapan yang sering dikemukakan bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan, dan pola hidupnya bisa ditiru dan diteladani.&amp;nbsp; Hal inilah yang berat karena guru adalah sosok teladan bagi siswa, dan juga masyarakat. Oleh karena itu, segala hal yang keluar dari seorang guru dalam berbagai bentuk perilaku keseharian seharusnya mencerminkan aspek keteladanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Gruru yang tidak konsisten&amp;nbsp; antara apa yang dia ajarkan dengan yang dia lakukan akan sulit untuk menjadi guru inspiratif. Apa yang disampaikan dalam kelas pun hanya akan menjadi pengatahuan sambil lau yang tidak akanmembekas dalam jiwa siswanya. Seorang guru agama misalnya, harus menampilkan kepribadian yang baik, baik ketika melaksanakan tugasnya disekolah maupun diluar sekolah. Hal ini penting untuk menjaga wibawa dan citra guru sebagai pendidik yang selalu digugu dan ditiru oleh siswanya dan masyarakat. Kepribadian merupakan faktor penting bagi guru, sebab akan menentukan apakan ia dapat menjadi pembimbing dan pembina yang baik bagi peserta didiknya atau menjadi perusak bagi hari esok peserta didiknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Kepribadian seorang guru merupakan unsur yang cukup menentukan keakraban hubungan guru dan siswa. Kepribadian seorang guru akan terscermin dalam sikap dan perbuatannya dalam membina dan membimbing para siswanya. Sikap guru dalam menghadapi segala persoalan, baik keika menghadapi siswa, sesama guru, atau kepala sekolah akan dilihat, diamati, dan dinilai oleh siswa. Sikap pilih kasih dalam memperlakukan siswa adalah yang paling ceat dirasakan para siswanya, karena semua anak mengharapkan perhatiandan kasih sayang dari gurunya. Perilaku siswa tidak boleh dijadikan alasan untuk membedakan perhatian karena alasan nakal misalnya. Guru inspiratif justru akan berusaha untuk menyelidiki dan melakukan berbagai usaha untuk melacak penyebab kenakalan dan kemungkinan penyelesaiannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Sebagai penguat dari asumsi ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Frend. W. Hart. Ia telah melakukan penelitian terhadap 3.725 orang siswa HIG HTS School di Amerika Serikat. Dari hasil penelitiannya itu, dia menyimpulkan dengan mengemukakan sepuluh sikap yang baik dan disenangi siswa yang tercermin dalam kepribadian guru sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Sikap menolong pekerjaan sekolah dan menerangkan pelajaran dengan jelas dan mendalam serta menggunakan contoh-contoh yang baik dalam mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Periang dan gembira, memiliki perasaan humor.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Bersikap bersahabat, merasa sebagai seorang anggota kelompok dalam kelas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Menaruh perhatian dan memahami siswanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Berusaha agar pekerjaan menarik, dapat membangkitkan keinginan-keinginan bekerja sama dengan siswa-siswanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tegas, sanggup menguasai kelas dan dapat membangkitkan rasa hormat pada para siswa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tidak ada yang lebih disenangi, dan tak pilih kasih, tidak ada anak emas atau anak tiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tidak suka mengomel, mencela dan sarkastis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Para siswa benar-benar merasakan bahwa ia mendapatkan sesuatu dari guru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Mempunyai pribadi yang dapat diambil contoh dari pihak siswa dan mesyarakat lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, kompetensi sosial. Kompetensi sosial artinya guru harus memiliki kemampuan komunikasi sosial, baik dengan pesertaq didiknya maupun dengan sesama guru, dengan kepala sekolah, pegawai TU, dan dengan masyarakat di lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;Tugas dan peran seorang guru tidak hanya sebatas pada lingkungan sekolah saja, melainkan juga menjadi panutan masyarakat. Ia tidak hanya dibutuhkan siswa saja, tetapi juga dibutuhkan lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan aneka ragam masalah di masyarakat. Kedudukan guru yang demikian senantiasa relevan dengan zaman dan sampai kapanpun diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-5031188351832293787?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/5031188351832293787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/kompetensi-guru-inspiratif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5031188351832293787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5031188351832293787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/kompetensi-guru-inspiratif.html' title='Kompetensi Guru Inspiratif'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-2991236771778355933</id><published>2010-03-17T22:38:00.001-07:00</published><updated>2010-03-17T22:38:49.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>KUNCI PENENAG JIWA</title><content type='html'>1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna&lt;br /&gt;b.. Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku&lt;br /&gt;c.. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;d.. Pengetahuan tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas&lt;br /&gt;sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya&lt;br /&gt;e.. Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI&lt;br /&gt;a.. Bila sesuatu terjadi, ya inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani&lt;br /&gt;b.. Aku harus menikmatinya, dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan&lt;br /&gt;berlama-lama, kecewa, dongkol, sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri, dongkol begini, tak dongkol juga tetap begini&lt;br /&gt;c.. Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh&lt;br /&gt;serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan&lt;br /&gt;masalah ini&lt;br /&gt;d.. Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI&lt;br /&gt;a.. Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus-menerus dan tak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus sangat sabar menghadapinya&lt;br /&gt;b.. Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh&lt;br /&gt;Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena Dia tak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya&lt;br /&gt;c.. Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri, dengan pikiran buruk yang&lt;br /&gt;mempersulit dan menyengsarakan diri, pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional, aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah&lt;br /&gt;d.. Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tak boleh lari&lt;br /&gt;dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah. Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah&lt;br /&gt;e.. Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya, begitupun persoalan yang&lt;br /&gt;kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Alloh "Fainnama usri&lt;br /&gt;yusron innama Bsri yusron" dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Alloh SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. EVALUASI DIRI&lt;br /&gt;a.. Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Alloh SWT, dan Alloh tak&lt;br /&gt;mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia&lt;br /&gt;b.. Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar&lt;br /&gt;c.. Harus kurenungkan mengapa Alloh menakdirkan semua ini menimpaku,&lt;br /&gt;bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Alloh&lt;br /&gt;d.. Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang&lt;br /&gt;kuperbaiki&lt;br /&gt;e.. Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ALLAHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU&lt;br /&gt;a.. Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk&lt;br /&gt;menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya&lt;br /&gt;b.. Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa hanya&lt;br /&gt;Allohlah satunya-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan&lt;br /&gt;c.. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah&lt;br /&gt;milik-Nya, dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya&lt;br /&gt;d.. Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya, Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya&lt;br /&gt;e.. Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk&lt;br /&gt;mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya&lt;br /&gt;f.. Ingatlah selalu janji-Nya "Barangsiapa yang bertaqwa kepada-Ku,&lt;br /&gt;niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki/&lt;br /&gt;pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Ku, Niscaya akan Kucukupi segala kebutuhannya". &lt;br /&gt;( At-Thalaq : 2-3 )&lt;br /&gt;Semoga 5 kunci diatas dapat menenangkan hati yang sedang galau, cemas, was-was, khawatir yang berlebihan dan pengobat stress. Ingat hanya dengan dzikrullah / mengingat Alloh hati akan menjadi tenang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-2991236771778355933?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/2991236771778355933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/kunci-penenag-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2991236771778355933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/2991236771778355933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/kunci-penenag-jiwa.html' title='KUNCI PENENAG JIWA'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-3027520099243846292</id><published>2010-03-17T22:36:00.001-07:00</published><updated>2010-03-17T22:36:57.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>jangan beranggapan Tuhan tak pernah ada....</title><content type='html'>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Kata Tukang Cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR". Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur terbengong !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-3027520099243846292?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/3027520099243846292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/jangan-beranggapan-tuhan-tak-pernah-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3027520099243846292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3027520099243846292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/jangan-beranggapan-tuhan-tak-pernah-ada.html' title='jangan beranggapan Tuhan tak pernah ada....'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-3746717967658200437</id><published>2010-03-04T22:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T22:59:19.775-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Do'a Setelah selesai melaksanakan Shalat Fardhu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الحمد لله رب العالمين، حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده، ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك. سبحان العليّ الأعلى الووّهاب. اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد. اللهم انى اعوذبك من البخل واعوذبك من الجبن واعوذبك من أن اردّ الى أرذل العمر واعوذبك من فتنة الدنيا واعوذبك من عذاب القبر&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللهم اعنّي على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك. اللهم اغفرلي ذنوبي وخطاياا كلها. اللهم انعشني واجبرني واهدنيلصالح الأعمال والاخلاق، انه لايهدي لصالحها ولايصرف سيئها إلاأنت. اللهم اجعل خير عمري اخره، وخير عملى خواتمه، وخير أيامي يوم ألقاك. اللهم اني أعوذبك من الكفر والفقر وعذاب القبر.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللهم اعفرلي ماقدمت وما أخرت وماأسررت زما أعلنت وما اسرفت، وما اعلم به مني، أنت المقدم وانت المؤخر. رب قني عذابك يوم تبعث عبادك. اللهم رب جبريل وميكآئيل وإسرافيل أعذني من حر النار وعذاب القبر.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللهم أصلح لي ديني، ووسع لي في داري، وبارك لي في رزقي. اللهم أصلح لي ديني الذي جعلته عسمة, واصلح لي دنياي التي جعلت فيها معاشي.اللهم إني أعوذبرضاك من سخطك، واعوذ بعفوك من نقمتك، واعوذبك منك لامانع لمآ أعطيتوولامعطي لما منعت، ولاينفع ذالجد منك الجد.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وصلى الله على سيدنا محمّد وعلى اله وصحبه وسلم. سبحان ربك رب العزة عما يصفون. وسلام على المرسلين. والحمد لله رب العالمين.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-3746717967658200437?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/3746717967658200437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/doa-setelah-selesai-melaksanakan-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3746717967658200437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3746717967658200437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/doa-setelah-selesai-melaksanakan-shalat.html' title='Do&apos;a Setelah selesai melaksanakan Shalat Fardhu'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-5927077845168675537</id><published>2010-03-01T22:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T22:33:01.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>SOPAN SANTUN TERHADAP ORANG TUA</title><content type='html'>Ibu dan bapak adalah orang yang sangat berjasa terhadap kita. Mereka mengasuh dan menyediakan kebutuhan kita sampai bertahun-tahun lamanya. Ibu mengandung dengan susah payah, melahirkan dan mengasuh. Apabila kita menderita sakit, ibu menjaganya dengan susah payah.&lt;br /&gt;Begitu juga ayah kita. Beliau kerja keras, mungkin sebagai nelayan dimana pekerjaan itu kadang-kadang harus bergulat dengan ombak. Seakan-akan mengundi nyawa setiap masa. Apabila kebetulan sebagai sopir, tak sedikit resiko yang dihadapi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Oleh sebab itu tunduk dan patuh terhadap kepada ibu dan bapak merupakan perintah agama yang harus kita laksanakan. Sebab kedua orang tua kitalah yang paling berjasa dalam hidup kita. Sejak lahir hingga dewasa kita dipelihara dan dididik dengan sabar. Betapa besar jasa mereka dan cinta mereka kepada kita, kita tidak dapat menghitungnya.&lt;br /&gt;Maka dari itu selain kita bersyukur kepada Allah swt, kita harus berbakti dan sopan santun terhadap orang tua kita. Orang yang baik dan berbudi luhur adalah orang yang selalu berbuat baik, menghormati dan taat kepada perintah orang tua.&lt;br /&gt;Sabda Nabi Muhammad saw. Yang artinya: “Berbuat baiklah kepada orang tuamu, niscaya anak-anakmu nanti akan berbuat baik kepadamu.”&lt;br /&gt;Kita harus menyadari, bahwa ibu bapak menjadi sebab lahirnya kita ke dunia. Keduanya senantiasa emmentingkan segala kebutuhan kita.&lt;br /&gt;Agama islam telah mengatakan bahwa keridhaan Allah swt adalah keridhaan kedua orang tuanya. Artinya bahwa kita tidak mendapat kebahagiaan hidup, apabila hidup kita tidak mendapat restu bapak ibu kita. Untuk mendapat restu ibu bapak, kita harus taat dan patuh terhadap perintah-perintahnya. Harus sopan santun terhadap keduanya.&lt;br /&gt;Nabi sering ditanya: “Siapakah orang yang harus kami berbuat baik?”. Ibumu, ibumu, ibumu kemudian ayahmu. Jadi kita harus berbuat baik, terutama kepada ibu. Firman Allah swt:&lt;br /&gt;وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا (الإسراء: 24)&lt;br /&gt;Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Isra’: 24)&lt;br /&gt;Ayat ini mendidik kita agar:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersikap hormat kepada orang tua.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menampakkan rasa kasih saying kepada mereka (orang tua).&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selalu mendoakannya.&lt;br /&gt;Sikap ini kiranya yang diharap oleh kedua orang tua kita. Baik ketika masih hidup maupun setelah mati. Masalah doa anak terhadap orang tua benar-benar sangat besar artinya bagi mereka. Hal ini sesuai dengan sabda nabi yang isinya: Apabila anak Adam meninggal dunia, maka seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yaitu: shodaqoh jariyah,, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Anak yang soleh menjadi kekayaan orang tua, dan merupakan keuntungan mereka didunia dan akhirat. Keuntungan didunia mereka akan selalu dihormati dan dijaga nama baiknya, sedang keuntungan diakhirat mereka akan selalu didoakan oleh anak-anaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-5927077845168675537?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/5927077845168675537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/sopan-santun-terhadap-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5927077845168675537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/5927077845168675537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/03/sopan-santun-terhadap-orang-tua.html' title='SOPAN SANTUN TERHADAP ORANG TUA'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-7561138039859016829</id><published>2010-02-09T03:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T03:52:46.588-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>BERSUCI DAN HUKUMNYA</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;BERSUCI DAN HUKUMNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Besuci dari najis&lt;br /&gt;Arti bersuci dan arti najis&lt;br /&gt;Bersuci atau toharoh menurut bahasa artinya bersih sedang menurut syara’ ialah membersihkan dan mensucikan badan, pakaian tempat atau benda-benda lain dari najis atau hadats.&lt;br /&gt;Najis ialah kotoran yang wajib di bersihkan bila mengenai badan, pakaian, peralatan makan, tempat sholat dll. Firman Allah dalam surat al-Muddasir ayat 4:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Artinya: “Dan pakaianmu bersihkanlah”&lt;br /&gt;B. Macam-macam  najis dan cara mensucikannya&lt;br /&gt;1. Najis Mukhofafah / Najis Ringan&lt;br /&gt;Seperti najisnya air kencing anak kecil yang belum makan makanan selain air susu.&lt;br /&gt;Cara mencucinya:&lt;br /&gt;Cukup di percikkan air susu yang mensucikan pada bagian yang kena najis itu. Sedang air kencing bayi wanita wajib dicuci, sesuai hadist nabi:&lt;br /&gt;يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ اْلجَارِيَةِ وَيَرْشُ مِنْ بَوْلِ اْلغُلاَمِ (رواه الترمدى)&lt;br /&gt;Artinya: “Kencingnya bayi perempuan dibasuh dan kencing anak laki-laki dipercikan (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Hadist Nabi:&lt;br /&gt;اِنَّ اُمُّ قَيْسٍ جَائَتْ بِابْنِ لَهَا صَغِيرٌ لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامِ فَأَجْلَسَهُ رَسُوْ لُ الله صلى الله عليه وسلم فِىْ حُجْرِهِ قَبَلَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَا فَنَضَحَهُ وَلَمْ يِغْسِلْهُ.&lt;br /&gt;Artinya: “Sesungguhnya Ummul Qois telah datang kepada Rasulullah saw. beserta anaknya laki-laki kecil yang belum makan makanan selain air susu. Rasulullah saw. mendudukkan anak itu dipangkuannya kemudian di kencinginya lalu beliau minta air lalu beliau percikkan kepada kencing anak itu dan tidak membasuhnya. (HR. Bukhori-Muslim)&lt;br /&gt;2. Najis Mutawasithoh&lt;br /&gt;Seperti kotoran binatang, muntahan, darah, nanah, madzi, madi&lt;br /&gt;Madzi ialah air putih kental yang dan bergrak dan bergerak yang keluar dari kemaluan sewaktu dating sahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lanjutane besok ya.. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-7561138039859016829?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/7561138039859016829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/02/bersuci-dan-hukumnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7561138039859016829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7561138039859016829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/02/bersuci-dan-hukumnya.html' title='BERSUCI DAN HUKUMNYA'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-4011860707365762068</id><published>2010-01-10T08:32:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T08:32:37.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>wudhu</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CRadiffa%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CRadiffa%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CRadiffa%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Tholoth;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:8192 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:20.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:Tholoth;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing	{mso-style-priority:1;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:20.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:Tholoth;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:12.0pt;	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1404257180;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:982127674 67698703 67698703 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:511.25pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l0:level2	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:108.0pt;	text-indent:-18.0pt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 20pt;"&gt;باب ادآب الوضوء&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika kita sudah selesai baung hajat (air kecil ataupun air besar), sebaiknya kita jangan sampai meninggalkan siwak (sikat gigi), karena siwak itu dapat membersihkan mulut dan disenangi Allah swt dan di benci syaitan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://enda.goblogmedia.com/images/wudhu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://enda.goblogmedia.com/images/wudhu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Shalat 1 rekaat disertai dengan siwak itu lebih utama daripada shalat 70 rakaat tanpa siwak. Dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw berkata: “saya ini tidak membuat susah kaum saya dengan perintah siwak di setiap shalatnya”. Dan dari Nabi saw: “Nabi diperintahkan untuk bersiwak sehingga nabi takut jika siwak itu diwajibkan kepada nabi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian duduklah kamu untuk berwudhu dengan menghadap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;kiblat diatas tempat yang agak tinggi, agar kamu semua tidak terkena percikan air wudhu. Dan membaca:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ رَبِّ اَعُوْذُبِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيطِينِ وَاَعُوْذُبِكَ رَبِّ اَنْ يَحْضُرُوْنَ. &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dan kemudian basuhlah kedua tanganmu tiga kali basuhan dengan membaca:&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ انِّى اَسْأَلُكَ الْيُمْنىَ وَالْبَرَكَةَ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الشُّؤْهِ وَالْهَلَكَةِ. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian niat menghilangkan hadas kecil atau untuk menjalankan shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian berkumur-kumur 3x dengan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اللّهُمَّ اَعِنِّى عَلَى تِلاَوَةِ كِتَابِكَ وَكَثْرَةِ الذِّكْرِ لَكَ وَثَبِّتْنِىْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى اْلاخِرَةِ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian istinsyaq (memasukkan air ke hidung) 3x dengan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اَرِحْنِى رَائِحَةَ الجَنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّى رَاضٍ. &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan ketika istinsyar (mengeluarkan air dari hidung) membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوِءِ الدَّارِ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh muka yaitu mulai dari ujung jidat sampai dagu dan dari telinga kanan sampai telinga kiri, dan membasahi rambut yang ada antara jidat dan telinga, dan membasahi empat tempat tumbuhya rambut muka, yaitu kedua alis mata, kumis, idep (bulu mata), ati-ati (rambut yang tumbuh dari jenggot hingga kedua telinga). Wajib pula membasahi dan menyela rambut jenggot. Ketika membasuh muka membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ بّيْضِ وَجْهِىْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ اَوْلِيَائِكَ وَلاَ تَسْوَدُّ وَجْهِى بِظُلْمَتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوْهُ اَعْدَائِكَ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh kedua tangan hingga sampai kedua siku atau setengan bahu. Maka sesungguhnya &lt;i&gt;pahese&lt;/i&gt; (hiasan) surga itu berada pada anggauta wudhu. Ketika membasuh tangan kanan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اَعْطِنِى كِتَابِى بِيَمِيْنِىْ وَحَسِبْنِىْ حِسَابًا يَسِيْرًا. &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan ketika membasuh tangan kiri membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ اَنْ تَعْطِنِىْ كَتَابِىْ بِشِمَالِىْ اَوْمِنْ وَرَاظَهْرِ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh sebagian rambut kepala dengan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ غَشِّنِىْ بِرَحْمَتِكَ وَاَنْزِلُ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ وَاَظِلَّنِىْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّ ظِلُّكَ. اَللّهُمَّ حَرِّمُ شَعْرِىْ وَبَشَرِىْ عَلَى النَّارِ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh kedua telinga dengan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمْعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهُ. اَللّهُمَّ اسْمِعْنِىْ مُنَادِيَ الجَنَّةِ فِ اْلجَنَّةِ مَعَ اْلاَبْرَارِ. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh leher dengan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِىْ مِنَ النَّارِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ السَّلاَسِلِ وَاْلاَغْلاَلِ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kemudian membasuh kedua kaki sampai mata kaki dan menyela jari-jari kaki. Ketika membasuh kaki kanan membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ ثَبِتْ قَدَمِىْ عَلَ الصِّرَاطِ اْلمُسْتَقِيْمِ مَعَ اَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ. &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan ketika membasuh kaki kiri membaca: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tholoth; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;اَللّهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ اَنْتَزِلَّ قَدَمِىْ عَلَ الصِّرَاطِ فِى النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ اَقْدَامُ اْلمُنَافِقِيْنَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-4011860707365762068?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/4011860707365762068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/01/wudhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/4011860707365762068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/4011860707365762068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2010/01/wudhu.html' title='wudhu'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-7177189349212885088</id><published>2009-12-16T02:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T07:16:18.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Cintailah Ibumu (Cerita Renungan)</title><content type='html'>Cerita Renungan Cintailah Ibumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://paijan.blogsome.com/wp-admin/images/ibu2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana terhenyak mendengar hal tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.&lt;br /&gt;Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang s angat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-7177189349212885088?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/7177189349212885088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/12/cintailah-ibumu-cerita-renungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7177189349212885088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/7177189349212885088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/12/cintailah-ibumu-cerita-renungan.html' title='Cintailah Ibumu (Cerita Renungan)'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-3997101057555227226</id><published>2009-11-21T09:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:25:16.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>Pembelajaran kontekstual</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://anharifamily.files.wordpress.com/2008/01/exam6.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://anharifamily.files.wordpress.com/2008/01/exam6.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pembelajaran kontekstual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendidikan, proses pembelajaran perlu kreativitas dengan tetap memperhatikan aspek kognitifnya. Kreativitas yang dilakukan dengan tetap memperhatikan terhadap aspek kognitif dilandasi oleh kenyataan bahwa perkembangan usia siswa, konteks budaya dan berbagai hal yang perlu dicari, bersifat menyapa aspek imaginatif, menatik dan menyenangkan, tanpa meninggalkan aspek pembelajaran secara utuh (kognitif-afektif serta psikomotorik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada beberapa hal yang perlu menjadi sikap atau cara pandang kita, yaitu:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terbuka dan berupaya mencari berbagai kemungkinan, baik dari orang lain, buku, referensi internet dan sebagainya, agar pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. &lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Utuh dan fleksibel dalam mengemas pembelajaran. &lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terlibat secara penuh untuk mengamati, menganalisis, memahami gaya belajar dan kemampuan masing-masing siswa sehingga dapat menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memotivasi siswa untuk berkeinginan belajar secara terus menerus dan memberi peluang untuk belajar sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;Pembelajaran semacam ini lebih dikenal dengan pembelajaran kontekstual. Ini merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks kehidupan pribadi, sosial dan budayanya.&lt;br /&gt;Implementasi pembelajaran kontekstual memungkinkan siswa untuk memperkuat, memperluas, mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan diluar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada dalam dunia nyata. Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan penuh makna. Proses in diharapkan dapat mendorong siswa untuk menyadari dan menggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2009/05/belajar.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://osolihin.files.wordpress.com/2009/05/belajar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;.&lt;br /&gt;Jonsoh menjelaskan, 6 kunci dasar pembelajaran kontekstual, yaitu:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembelajaran bermakna. Pembelajaran akan dirasakan manfaatnya jika materi yang dipelajari memiliki keterkaitan secara langsung terhadap pengalaman dan kehidupan nyata.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerapan pengetahuan. Pada dasarnya prinsip ini merupakan ukuran bagi siswa, sejauh mana siswa dapat memahami dan memaknai apa yang telah dipelajari dan kemudian untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berfikir tingkat tinggi. Pembelajaran kontekstual ini membangun siswa untuk dapat berfikir luas, kritis, kreatif, dapat menempatkan dan menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan standar (standar lokal, provinsi, nasional, perkembangan IPTEK, dan dunia kerja). &lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Responsif terhadap budaya. Seorang guru harus mampu menempatkan diri jika dihadapkan terhadap perbedaan-perbedaan yang timbul (mampu memahami dan menghargai nilai, kepercayaan, kebiasaan siswa, teman, pendidik dan masyarakat)&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penilaian autentik, merupakan sistem penilaian yang digunakan oleh guru untuk menialai keadaan yang sebenarnya sehingga dapat merefleksikan hasil belajar yang sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-3997101057555227226?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/3997101057555227226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/11/pembelajaran-kontekstual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3997101057555227226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3997101057555227226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/11/pembelajaran-kontekstual.html' title='Pembelajaran kontekstual'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-8941412018521699971</id><published>2009-09-29T09:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T09:33:52.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umat'/><title type='text'>KELOMPOK PENYANTUN YATIM PIATU/DHUAFA (KPYPD)</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PROFILE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KELOMPOK PENYANTUN YATIM PIATU/DHUAFA (KPYPD)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;“&lt;i&gt;&lt;b&gt;SHIRATH AL – MUSTAQIM”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;YOGYAKARTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt; Pada tahun 1991 4 orang aktivis IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Ahmad Mustafid&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Agus Junarto&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Ahmad Muhammad&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Nurdin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt; Mendapat amanat dari salah satu Panti Asuhan di Yogyakarta untuk mencari 50 anak Yatim dan kurang mampu untuk dibiayai pendidikannya. Setelah anak-anak terkumpul semua ternyata mereka hanya menerima anak putra saja. Sedang untuk anak putri dikembalikan. Demi menjaga nama baik, ke-empat aktivis tersebut akhirnya sepakat untuk mengurus mencarikan dana pembiayaan anak-anak tersebut. &lt;span lang="it-IT"&gt;Singkat cerita donatur sudah didapat namun legalisasi suatu organisasi belum ada. Akhirnya terbentuklah nama organsisai &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;b&gt;Kelompok Penyantun Yatim Piatu/Terlantar &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;b&gt;KPYPT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;) pada Tanggal 12 Oktober 1992. Dengan berbagai macam alasan pada tahun 1997 &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;b&gt;KPYPT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; berubah nama menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;b&gt;Kelompok Penyantun Yatim Piatu/Dhuafa (KPYPD) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;sampai sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div lang="it-IT" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;AKTIVITAS  UTAMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt; KPYPD &lt;i&gt;“Shirath Al-Mustaqim”&lt;/i&gt; bergerak di bidang Sosial keagamaan. Adapun jumlah binaan KPYPD &lt;i&gt;“Shirath Al-Mustaqim”&lt;/i&gt; sampai Maret 2008 sebanyak 105 orang, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;    36 jumlah Santri;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;    54 jumlah Ibu-ibu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;    15 jumlah Bapak-bapak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; page-break-before: always; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt; Spesifikasi kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Bimbingan  Belajar   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;TKA/TPA/TQA  Al-Munawwaroh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Bea-Siswa  Santri dan IBu-ibu binaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Pengajian  Iqro’ Ibu-ibu dan Bapak-bapak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Pengajian  Umum Akhir Bulan   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Pengajian  Umum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Pembagian  Sembako dan Santunan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div lang="it-IT" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;  Rihlah Santri dan Wali Santri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Rihlah  Kader dan Pengurus KPYPD&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Kaderisasi  anggota KPYPD &lt;i&gt;“Shirath Al-Mustaqim”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;MITRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt; Dalam aktivitasnya KPYPD &lt;i&gt;“Shirath Al-Mustaqim” &lt;/i&gt;Yogyakarta menjalin kerjasama dengan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Takmir   Masjid Al-Munawwaroh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Donatur   tetap&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;Donatur   tidak tetap&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.38in; margin-right: 0.38in; text-align: justify;"&gt; “ &lt;i&gt;Perumpamaan Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki.” (QS. Al Baqarah : 26 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-8941412018521699971?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/8941412018521699971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/09/kelompok-penyantun-yatim-piatudhuafa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/8941412018521699971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/8941412018521699971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2009/09/kelompok-penyantun-yatim-piatudhuafa.html' title='KELOMPOK PENYANTUN YATIM PIATU/DHUAFA (KPYPD)'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1924663064170399082.post-3511434918430721279</id><published>2003-03-10T07:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T22:36:51.926-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>KEWAJIBAN MENJAGA DAN MERAWAT KEDUA OARANG TUA</title><content type='html'>Firman Allah swt:&lt;br /&gt;     •            &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14)&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa kedua orang tua kita adalah merupakan amanat yang harus kita tanggung jawab, apabila jika mereka sudah lanjut usia. Ayat diatas mengandung beberapa hal pokok, antara lain:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membuka akal kita untuk merenungkan terhadap susah payahnya mengandung.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masa menyusui adalah 2 tahun.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apabila ibu dan bapak sudah tua, maka ia menjadi tanggung jawab anaknya.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Agar manusia bersyukur kepada Allah swt, dzat yang mencipta kita.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bahwa kita pasti kembali kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Kita wajib menjaga beliau dengan cara:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjaga perasaan ibu bapak.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak banyak menyusahkan keduanya.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita tidak banyak meminta sesuatu yang menyulitkan.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita tidak melakukan apa saja yang tidak diijinkan.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak pergi apabila tidak diijinkan.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak berbuat sesuatu yang bila dilihatnya mereka tidak rela, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Apabila beliau telah tua sekali, kita wajib:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merawat keduanya.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjamin kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menolong dalam melaksanakan ibadah bilamana sudah jompo.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menolong segala hal yang diperlukan.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengarahkan agar akhir di hayat orang tua banyak beribadah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1924663064170399082-3511434918430721279?l=el-fathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://el-fathin.blogspot.com/feeds/3511434918430721279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2003/03/kewajiban-menjaga-dan-merawat-kedua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3511434918430721279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1924663064170399082/posts/default/3511434918430721279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://el-fathin.blogspot.com/2003/03/kewajiban-menjaga-dan-merawat-kedua.html' title='KEWAJIBAN MENJAGA DAN MERAWAT KEDUA OARANG TUA'/><author><name>Lukman Fathin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05630703591357301234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-EPP27VOznwU/TWI3MFTnpoI/AAAAAAAAAG8/8H842hRzpKA/s220/bersyukur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
